NTT

Membentuk Karakter Siswa – Siswi Islam SMA N 3 Kupang Lewat Pesantren Kilat

 

KUPANG, NTT, BN – Bulan Ramadhan di SMA Negeri 3 kota Kupang mengadakan pesantren kilat selama 3 hari di komplek SMA Negeri 3 Kupang dari tanggal 26 – 28 Mei. Pesantren kilat di ikuti oleh siswa/siswi kelas X dan kelas XI yang beragama Islam dan bapak/ibu guru yang beragama Islam.

Agenda Pesantren kilat yang di adakan setiap tahun di bulan Ramadhan di SMAN 3 Kota Kupang mendapat dukungan dari pihak sekolah. Pesantren kilat diikuti oleh siswa/siswi yang beragama Islam dan bapak/ibu guru yang beragama Islam.

Ketua panitia pesantren kilat SMA Negeri 3 Kupang, Adnan Ahmad.S.Pdi, saat di temui Bidik Nasional. “Enam materi yang ditekankan selama pesantren kilat berlangsung, yaitu, akhlak, tauhid, akidah, ibadah, sejarah Islam, dan ada tiga materi tambahan, yaitu, wawasan kebangsaan Yang di bawakan oleh bpk. Yusup Koe Hoea, toleransi antar umat beragama yang dibawakan oleh ibu. Dra. Lusia E. Fernandes dan kenakalan remaja yang di bawakan oleh bapak Yoakim Iku. serta evaluasi praktik pada akhir kegiatan. Evaluasi ini akan menjadi bagian dari penentu kelulusan siswa dari satuan pendidikan” ujar Adnan Ahmad.S.Pdi.

Di tempat yang sama, ustat Sofyan, kegiatan ini untuk mengasah akhlak dan moral di sekolah sebetulnya tidak hanya dilakukan saat Ramadhan. Akan tetapi, pada bulan puasa intensitas kegiatan meningkat. “Tiap Jumat, kami diberikan kesempatan untuk melakukan ceramah dan mentoring. Di sinilah terjadi pula transfer ilmu,” ujarnya ustat Sofyan.

Hal yang dibahas tidak hanya akhlak dan religi, melainkan juga persoalan remaja hingga pendidikan. Menurut Sofyan, dengan pendekatan ini siswa diharapkan tidak lagi sekadar berorientasi studi penentu kelulusan.

Di SMAN 3 Kota Kupang, kegiatan pesantren kilat ditujukan pula untuk melatih mental prihatin di kalangan siswa. Pada hari terakhir ada kegiatan malam bersama. Siswa berbuka puasa, sahur, shalat tarawih, shalat berjamaah, dan bermalam bersama.

Menurut Selfina Dethan Selaku Kepala SMA N 3 Kupang saat di konfirmasi setelah kegiatan menjelaskan standar Penilaian Pendidikan, nilai akhlak, termasuk agama, minimal harus baik agar siswa bisa lulus. “Pintar memang penting, tetapi karakter lebih penting,” tutur Dethan

Di malam ituah akan ada pembentukan karakter tabiat. Dengan tidur di kelas, jauh dari kemewahan di rumah, mereka diharapkan bisa sadar, prihatin, dan punya kepedulian terhadap orang lain yang kondisinya lebih susah. Pendidikan di sekolah hendaknya lebih menekankan aspek pembangunan karakter (character building), tidak mementingkan aspek akademis atau kompetensi keahlian semata. (JK)

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button