GROBOGANJATENG

Tragis, Seorang Pekerja di Bawah Umur Tewas Saat Kerjakan Proyek KDMP di Desa Milir Grobogan

Kepolisian Saat Melakukan Olah TKP (ist)

GROBOGAN, BIDIKNASIONAL.com – Sebuah peristiwa tragis menimpa seorang pemuda di area pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Desa Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Pada hari Sabtu tanggal (02/05/2026). Korban berinisial DPW (17), warga Desa Wedoro, Kecamatan Penawangan, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tersengat arus listrik saat sedang bekerja.

Insiden nahas tersebut terjadi ketika korban bersama dua rekannya, Gunawan Setyo Aji (18) dan Aris Wijiantoro (42), tengah melakukan pengecatan di area pembangunan. Saat hendak memindahkan rangka atap berbahan besi holo, rangka tersebut tiba-tiba tergelincir dan mengenai tubuh korban.

Kapolsek Gubug, AKP Anang Heriyanto membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga.

“Setelah menerima laporan warga, anggota langsung mendatangi lokasi guna melakukan pengamanan serta olah TKP (tempat kejadian perkara) ” ujar AKP Anang Heriyanto.

Dari hasil penyelidikan awal, insiden bermula saat korban berusaha menggeser rangka besi yang tidak stabil hingga akhirnya meleset dan menghantam bagian dada korban. Rekan korban, Aris Wijiantoro, sempat berusaha menolong dengan mengangkat rangka tersebut.

Namun, diketahui salah satu ujung rangka besi menindih mesin gerinda listrik yang masih terhubung dengan aliran listrik. Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab korban tersengat listrik. Menyadari adanya bahaya, Aris segera memutus aliran listrik di lokasi.

Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Gubug II, namun nyawanya tidak tertolong. Tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan tersebut.

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit mesin gerinda listrik merek Makita dan rangka besi holo. Selain itu, ditemukan kabel listrik dalam kondisi terkelupas yang diduga menjadi sumber aliran listrik ke rangka besi.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka lecet pada bagian dahi serta memar di telapak tangan korban. Meski demikian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik.

“Seluruh barang bukti telah kami amankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” tegas AKP Anang Heriyanto.

Saat ini, lokasi proyek telah dipasangi garis polisi guna mendukung proses penyelidikan lebih lanjut oleh Polsek Gubug.

Di sisi lain, insiden ini juga memicu sorotan dari masyarakat terkait usia korban yang masih di bawah umur. Dugaan adanya praktik pekerja anak di proyek tersebut menjadi perhatian publik dan diharapkan turut menjadi bagian dari penyelidikan pihak berwenang.

“Pengerjaan KDMP desa Mlilir Yang menggunakan Uang negara harusnya safety dan mempekerjakan anak dibawah umur adalah larangan,” Pungkasnya.

Laporan : Heru Budianto

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button