ACEHSUBULUSSALAM

KNPI Subulussalam: Pemerintah Jangan Tutup Mata Pengobatan WNI Yusniati di Kairo Mesir

Kunjungan dan Penggalangan dana DPD KNPI Kota Subulussalam didonasikan untuk pengobatan Yusniati mahasiswa Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir (Foto: Agus Darminto)

SUBULUSSALAM, BIDIKNASIONAL.com – Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Subulussalam Edi Sahputra Bako, berkunjung sekaligus menyerahkan donasi pengobatan Yusniati mahasiswa Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir Fakultas Syariah Islamiyah, Semester VIII sedang dalam perawatan di Rumah Sakit.

Disampaikan Edi Bako Sebelumnya, WNI (Warga Negara Indonesia) Yusniati menjalani perawatan di Ruang Insentive Care Unit (ICU) Rumah Sakit (RS) Nasr City Specialized Hospital, Cairo Mesir. Dan telah di Rujuk ke Rumah sakit yang lebih besar, RS Nasaem, New Cairo 1.

Yusniati didiagnosa menderita penyakit komplikasi, gangguan syaraf dikepala, penyumbatan paru-paru dan gangguan Ginjal.

Donasi yang digalang KNPI sebanyak Rp. 21.739.300,- diserahkan langsung di kediaman orang tua Yusniati di Kampung Dah, Kecamatan Runding, Kota Subulussalam pada Sabtu ( 25/2/2023).

“Berita tentang kondisi beliau telah tersiar secara umum, sangat pilu melihatnya, artinya sangatlah miris jika stakeholder tidak memainkan peran nya.

Yusniati Bin Malim Sabar itu regenerasi muda Negeri Sada Kata, Malu kita jika peran dan Kehadiran Pemerintah tidak hadir dalam hal ini, sementara beberapa komponen masyarakat dan mungkin orang luar sudah bergerak turut menunjukkan kepeduliannya,” Kata Edi Bako.

Untuk itu, KNPI Kota Subulussalam berharap dan meminta peran Pemerintah Kota Subulussalam yaitu Walikota dan Wakil Walikota Subulussalam agar jangan tutup mata terhadap kondisi yang dihadapi Yusniati.

Karena kata Edi, sampai hari ini kita sangat kecewa terhadap Pemerintahan Walikota dan Wakil Walikota Subulussalam dimana sampai hari ini belum ada tindakan dan kebijakan untuk membantu Yusniati. Sebagaimana diketahui salah satu Putri terbaik Negeri Sada kata hari ini sangat membutuhkan sentuhan kepedulian yang sangat serius.

“Jangan sampai nanti atas kejadian ini dan kita abai saja maka menjadi trauma dan ketakutan bagi anak Negeri sada kata untuk menuntut ilmu keluar Negeri.

Tentu harus kita tunjukkan dukungan dan solidaritas tanda mekaum kita dalam hal seperti ini agar membangun rasa optimis anak negeri ini untuk fisabilillah didalam menuntut ilmu jauh keseluruh belahan dunia,” Ujar Edi Sahputra Bako Ketua KNPI Subulussalam dalam keteranagn pernya kepada media.

Dijelaskan nya, setelah pihaknya komunikasi dengan Ustad Malim Sempurna seorang Pemuda berasal dari Subulussalam yang hari ini mendampingi Yusniati berobat di Kota Kairo Negara Mesir, bahwa kondisi Yusniati sudah ada perubahan sedikit membaik. Akan tetapi hari ini untuk biaya berobatnya masih terutang ratusan juta rupiah.

“Bahkan sampai hari ini pihak keluarga tidak mampu membeli obat yang dibutuhkan Yusniati adalah IV IG, Obat ini diperlukan untuk syaraf dan penguatan pada paru-paru sesuai dengan penyampaian dokter yang menangani Yusniati, karena harga obat yang dibutuhkan Yusniati cukup mahal yaitu seharga Rp.150.000.000,” Ungkap Edi menambahkan.

“Tentu dengan kondisi tersebut, kita semua harus membuka mata hati untuk peduli dan mengambil peran untuk membantu Yusniati,” Harapnya.

Harapan Edi Sahputra, Pemerintah Kota Subulussalam bisa memfasilitasi orang Tua Yusniati untuk berangkat ke kairo Mesir, karena menurutnya Yusniati hari ini berharap ada sentuhan orang tuanya untuk membuatnya kuat dalam menghadapi ujian ini.

Karena sesuai dengan pengakuan orang tua beliau Malim Sabar bahwa beliau berangkat Ke Mesir pada tanggal 16 Juli 2018 lalu maka sejak itu beliau belum pernah bertemu dengan Yusniati anaknya tersebut.

Dihubungi terpisah, Budi Santoso Pengurus pusat FP Jamsos, (Forum Peserta Jaminan Sosial) menegaskan, kepedulian Pemerintah pusat melalui kementerian terkait sudah seharusnya langsung tergerak dan segera mencari informasi yang sudah ramai beredar di media sosial terkait pasien Yusniati yang didiagnosa menderita penyakit komplikasi, gangguan syaraf dikepala, penyumbatan paru-paru dan gangguan Ginjal yang dirawat di RS Nasaem, New Cairo 1.

” Sudah seharusnya negara hadir melindungi WNI diluar negeri, apalagi dalam keadaan sakit seperti yang dialami Yusniati warga Kota Subulussalam. Kedubes RI yang di Mesir, Pemerintah pusat melalui kementrian terkait jangan kalah dengan DPD KNPI Kota Subulussalam,” tutupnya. (*)

Laporan: Agus Darminto/red

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button