Connect with us

Bidik Nasional

KPK Tetapkan Bupati Malang Sebagai Tersangka Kasus Suap Dan Gratifikasi

JATIM

KPK Tetapkan Bupati Malang Sebagai Tersangka Kasus Suap Dan Gratifikasi

KAB. MALANG, JATIM, BN – Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Kamis (11/10), menetapkan Bupati Malang Rendra Kresna (RK) dan dua orang kontraktor sebagai tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi.

Kasus pertama, Rendra selaku Bupati Kabupaten Malang periode 2010-2015, diduga menerima suap terkait penyediaan sarana Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Malang sebesar Rp. 3,45 miliar.

Selain Dr. H. Rendra Kresna selaku Bupati Malang, KPK juga menetapkan seorang pihak swasta bernama Ali Murtopo (AM) sebagai pemberi suap.

Rendra Kresna yang sudah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dari tersangka AM sekitar Rp. 3,45 miliar terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2011.

Dalam kasus ini, Rendra disangka melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, Ali Murtopo disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Sedangkan untuk perkara kedua, Rendra bersama seorang pihak swasta bernama Eryk Armando Talla (EAT) diduga menerima gratifikasi sekitar Rp. 3,55 miliar. Dalam perkara ini, Eryk juga ditetapkan sebagai tersangka.

Tersangka RK (Rendra Kresna) selaku Bupati Malang 2 periode 2010-2015 dan periode 2016-2021, bersama-sama dengan EAT, diduga menerima gratifikasi yang dianggap suap karena berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya sebagai Bupati Malang.

Untuk kasus ini, Rendra dan Eryk disangkakan melanggar pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap dan gratifikasi dari 2 (dua) orang pihak swasta, Kamis (11/10), Bupati Malang Dr. H Rendra Kresna membantah sangkaan itu, dan dikatakannya, dirinya merasa tidak menerima suap dan gratifikasi.

“Saya tidak menerima suap dan gratifikasi dari mereka,” ucap Rendra usai menghadiri acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Kejaksaan Negeri di pendopo Malang, Jl H. Agus Salim.

“Akan tetapi, kalau memang ada kesalahan pada dinas-dinas yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, saya siap bertanggung jawab,” tambah Rendra.

“Sebagai bupati mungkin saya kurang maksimal dalam melakukan kontrol dan memang saya juga kenal dengan kedua orang tersebut, namun terkait suap dan gratifikasi seperti yang disangkakan KPK, itu tidak ada,” tambahnya.

Sementara, untuk temuan uang oleh KPK sejumlah 15.000 dollar Singapura saat penggeledahan dikediamannya, Rendra mengaku bahwa uang tersebut adalah koleksi pribadinya.

“Itu koleksi pribadi saya, karena nomor seri dari seluruh uang itu sama, yakni 999, jadi uang itu tidak ada kaitannya dengan gratifikasi maupun suap yang disangkakan kepada saya,” tutup Rendra.

Selain itu, beberapa pejabat Pemerintahan Kabupaten Malang turut diamankan oleh TIM KPK setelah melakukan penggeledahan di 26 lokasi di Kabupaten Malang, KPK mulai mengagendakan pemeriksaan 9 saksi-saksi di Polres Malang, Jumat (12/10).

Adapaun para saksi yang akan diperiksa yaitu: Sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kab.Malang Sampurno dan Kasubag Keuangan BLH Dwi July. Kemudian, mantan Kepala BLH, Tridiyah M dan Bendahara BLH Sophia.

Selanjutnya, dua pegawai pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kab. Malang Thory S dan M.Imron.

Adapun mengenai hal itu, penyidik juga akan memeriksa tiga pihak swasta, yakni Riki H dan Priyatmoko serta Cipto Wiyono. (NN)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in JATIM

To Top