15 Etnis Indonesia Berkumpul di Alun-alun Sidoarjo

0

SIDOARJO, JATIM, BN – Berbagai etnis nusantara berkumpul di Alun-alun Sidoarjo malam kemarin, Sabtu,(3/11). Mulai etnis Jawa, Toraja, Padang, Batak, Ambon, Sunda, Minahasa, Flores, Papua, Nias, Madura, Bugis, Manado, Maluku sampai Tionghoa.

Etnis-etnis tersebut menampilkan seni dan budaya masing-masing dalam acara Semalam Nusantara.

Kegiatan yang diselenggarakan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Sidoarjo itu dibuka oleh Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH, M.Hum.

H. Saiful Ilah mengatakan Indonesia negara kepulauan yang mempunyai ciri khas masing-masing. Banyak ras, suku dan budaya yang tersebar di nusantara. Ke bhinekaan tersebut secara otomatis berpengaruh terhadap perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia katakan sampai saat ini bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai konflik vertikal maupun horizontal. Hal tersebut disebabkan oleh banyak hal. Diantaranya dilatar belakangi isu globalisasi, demokratisasi, transformasi Iptek, penegakan hukum sampai masalah HAM. Apabila hal tersebut tidak diselesaikan secara arif dan bijaksana, akan berpotensi pada perpecahan bangsa.

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah mengatakan Pemkab Sidoarjo akan memantapkan posisi Forum Pembauran Kebangsaan. FPK mendukung terciptanya stabilitas politik , keamanan serta ketentraman dan ketertiban umum.

Ia katakan FPK telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomer 34 tahun 2006 Tentang Penyelenggaraan Pembauran di Daerah.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sidoarjo meminta masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai budaya bangsa.

Selain ia meminta masyarakat terus meningkatkan toleransi antar sesama. Dengan toleransi akan mewujudkan Sidoarjo yang aman, tentram, damai dan kondusif.

“Saya sebagai pimpinan daerah sangat senang dan bangga sekali malam ini saya bisa berkumpul dengan berbagai ras, suku daerah yang ada di seluruh Indonesia. Ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” ucapnya.

Ketua FPK Sidoarjo H. Achmad Amir Aslichin mengatakan salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk mensinergikan para etnis nusantara yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Diharapkan melalui kegiatan tersebut identitas suatu ras, suku dan etnis yang ada di Kabupaten Sidoarjo tidak akan hilang.

Selain itu kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjaga situasi kondusif di wilayah Sidoarjo.

H. Achmad Amir Aslichin yang juga anggota DPRD Sidoarjo itu mengatakan FPK merupakan wadah informasi, komunikasi, kerjsama dan silaturahmi antar warga masyarakat.

Melalui FPK akan menumbuhkan, memantapkan dan mengembangkan rasa kebangsaan.

Dalam Semalam Nusantara dipertontonkan pertunjukan kesenian dari seluruh etnis. Mulai dari Bali dengan Tari Sekar Jagad, dari Padang dengan Tari Piring nya, sedangkan dari Ambon dengan tari Sahurekareka. Etnis Nias kala itu menampilkan tari Perang. Sedangkan dari Madura dengan tari Rampak Lalapan, dari Toraja tari Ma’pasongloh, Maluku tari Soyasoyasisi. Untuk etnis Jawa ditampilkan tari Banjarkemuning, tari asli Sidoarjo. Tidak ketinggalan etnis Batak dengan tari Tortor Martumba. ( yah )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *