Kerja Nyata Pemerintah Tingkatkan Ekonomi Nelayan

631 Nelayan Pasuruan Dapat Bantuan Mesin Konversi

PASURUAN, JATIM BN – Sebanyak 631 nelayan di Kabupaten Pasuruan menerima bantuan paket konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) Ke Bahan Bakar Gas (BBG) dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.
Pemberian bantuan paket konversi BBM ke BBG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil ini adalah buah dari kerja keras Pemerintah Kabupaten Pasuruan Melalui Dinas Perikanan dibawah kepemimpianan Ir. Slamet Nurhandoyo.
Bantuan paket konversi BBM ke BBG yang di klaim terbanyak ke dua se Indonesia tersebut secara simbolis diserahkan oleh H. M. Irsyad Yusuf, SE, MMA Bupati Pasuruan Minggu, (11/11) pekan lalu.

Menurut Ir. Slamet Nurhandoyo kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan 631 penerima bantuan paket mesin konversi adalah nelayan yang telah memenuhi kualifikasi diantaranya memiliki kartu nelayan yang terdaftar di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.
Sedang nelayan yang berhak menerim bantuan adalah mereka yang memiliki kapal dengan kapasitas dibawah 5 GT. Terlebih lagi, nelayan itu menggunakan alat tangkap ramah lingkungan. jelasnya.
Ir. Slamet Nurhandoyo juga berpesan kepada para nelayan penerima bantuan agar paket bantuan dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya sehingga dapat menunjang aktivitas sehari-hari dalam meningkatkan perekonomian keluarga. pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah Ir. Alamsyah Supriyadi, M. Si kepala Bidang Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan menambahkan program paket konversi BBM ke BBG bertujuan untuk membantu masyarakat yang bekerja sebagai nelayan kecil.
“Pada pringsipnya bantuan ini bertujuan untuk menekan biaya operasional nelayan ditenga harga BBM yang semakin mahal. Selain, untuk meningkatkan pendapatan nelayan kita,” terangnya.
Lebih lanjut pria yang dikenal sukses dalam mengembangkan usaha perikanan bagi kelompok nelayan kecil di Kabupaten Pasuruan tersebut menerangkan, bantuan konversi yang diserahkan adalah berupa mesin kapal, converter kit, tabung LPG, As Panjang, dan baling-baling kapal.

Menurutnya, kapal nelayan yang menggunakan BBG ini lebih hemat dari BBM. Sebab satu BBG dapat menghemat 7 liter BBM.
“Kami harapkan bantuan itu mampu meningkatkan produktifitas para nelayan di Kabupaten Pasuruan yang saat ini memang perlu mendapat perhatian, baik dibidang sarana maupun prasarana,” pungkasnya. (mukhdor/toddy)



