Press "Enter" to skip to content

Ekseksusi Pengosongan Lahan Pasar Laron Diiringi Tangis Para Pedagang

Alat Berat Sedang Membokar Lapak Pedagang Pasar Laron Kota Batu

BATU, JATIM, BN – Pengosongan lahan Pasar Laron di Jalan Sudiro dan di Jalan WR. Supratman Kota Batu oleh Pengadilan Negeri (PN) Malang Kota membikin para pedagang cukup merinding dengan stand by dua alat berat yang cukup besar yang siap untuk merubuhkan bedak para pedagang kaki lima di Pasar Laron pada hari Rabu (5/12-2018).

Eksekusi pengosongan lahan yang dilakukan oleh tim juru sita Pengadilan Negeri (PN)  Kota Malang dikawal penuh oleh anggota Brimob beserta anggota TNI untuk mengamankan area pembokaran serta para  PKL di berikan kesempatan untuk mengambil barang daganganya yang masih diperlukan.

PKL hanya bisa pasrah tak berdaya sambi meratapi dan mengambil barang dagangnya saat eksekutor juru sita dari tim PN Kota Malang, Edy Sugiarto saat membacakan putusan pengadilan.

Ketua kordinator Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Laron Yudi mengatakan bahwa dulu kami di suruh pindah ke tempat sekarang ini dan kami menyewa  tempat melalui Suprato sebagai penanggung jawab lahan, tapi sekarang Suprato yang sedang terlibat sengketa dengan pihak pemenang gugatan di PN Kota Malang Linawati Hidajatno selaku pemilik lahan asal Surabaya.

Proses eksekusi pembongkaran lahan cukup berjalan lancar aman dan tertib tanpa perlawanan dari para pedagang dan pasrah lahan dan lapaknya di bongkar oleh petugas.

Kapolres Batu AKBP. Budi Hermanto Saat Ditemui Awak Media Dilokasi

Sementara itu Kapolres Batu AKBP. Budi Hermanto langsung memantau kelapangan meninjau pada saat eksekusi lahan dan menghimbau dengan baik agar proses eksekusi harus berjalan dengan aman dan tertib.

Buher panggilan akrab Budi Hermanto juga tidak ingin kota Batu ada orang yang ingin berbuat ke onaran di wilayah hukum Polres Batu.

“Kita harus taat hukum kalau negara sudah menyatakan keputusan eksekusi dibacakan di harapkan jangan ada yang melawan atau melanggar dan harus taat aturan. Negara tidak boleh kalah sama premanisme,” pinta Budi Hermanto

Ia katakan para pedagang pasar Laron juga perlu kita pikirkan nasibnya kedepan mungkin harus di relokasi kemana karena yang lebih tahu pihak pemerintah kota.

“Kita perlu mengadakan mediasi dengan pihak Pemkot Batu agar bisa memberikan solusi pada pada PKL untuk bisa tetap mencari nafkah untuk keluarganya,” jelasnya.

Ia juga menghimbau pada rekan rekan PKL yang merasa di rugikan dalam kegiatan ini di persilahkan untuk membuat laporan polisi.

“Kita akan tidak lanjuti, bila ada PKL yang merasa dirugikan dan melaporkan kepada kami,” pungkasnya. (AO)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *