JATIM

Kacab Pendidikan Akan Tindak Tegas Oknum Guru SMAN 1 Sumenep Yang Diduga Memukul Muridnya

Kepala Cabang Pendidikan Sumenep, Drs. H. Sugiono Eksantoso, SH, MM

SUMENEP, JATIM, BN – Kepala Cabang (Kacab) Pendidikan akan menindak tegas oknum guru SMA 1 Sumenep terkait dugaan kasus pemukulan kepada muridnya saat upacara bendera, Senin (21/1/2019) lalu, jika kepala sekolah SMA 1 Sumenep tidak bisa menyelesaikan masalah ini.

Demikian dikatakan oleh Kepala Cabang Pendidikan Sumenep Drs. H. Sugiono Eksantoso, SH, MM ketika ditemui dikantornya Senin (21/1/19).

Kepada wartawan Sugiono menjelaskan, adanya kasus pemukulan pihaknya langsung melakukan pemanggilan terhadap Kepala Sekolah SMA 1 Sumenep.

“Saya panggil Kepala Sekolah SMAN 1 Sumenep, saya minta penjelasan kronologisnya yang terjadi pada siswa dengan guru. Dalam upacara Wakasek Kesiswaan mengontrol ke kelas-kelas, ternyata ada murid tidak ikut upacara, spontan wakasek memukul murid tersebut,” terangnya.

“Tindakan yang dilakukan oleh salah satu oknum guru itu tidak dibenarkan dengan memakai kekerasan pada murid, dan saya meminta kepada Kepala SMAN I Sumenep agar cepat diselesaikan masalah ini. Kalau tidak ada penyelesaian maka kami mengambil tindakan tegas sesuai dengan aturan kedinasan,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun BN, kejadian itu berawal ketika upacara bendera, salah satu oknum guru mengontrol kelas dan menemukan 7 muridnya berada di kelas dan tidak mengikuti upacara.

“Tanpa menanyakan alasanya, oknum guru itu langsung menempelengnya, 6 laki-laki dan 1 perempuan yang menjadi korbannya,” kata salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Terkait masalah ini Kepala SMAN I Sumenep Syamsul Arifin ketika dikonfirmasi mengelak telah terjadi pemukulan terhadap murid.

“Kejadian itu tidak dipukul tapi hanya ditepuk,” elak Syamsul Arifin.

Pihak sekolah kata Syamsul Arifin juga telah melakukan mediasi antara guru X dan ke 7 muridnya serta melibatkan satu orang wali murid.

“Mediasi tersebut intinya tentang sama-sama meminta maaf, guru X jika telah mendidik kelewat batas dan murid sudah mengakui kesalahannya,” pungkasnya.

Tepisah salah satu wali murid korban pemukulan membantah keras pernyataan dari Syamsul Arifin.

“Kalau memang hanya ditepuk, kenapa ada bekas merah memar bahkan anak saya mengalami shock,” ujar salah satu wali murid.

Wali murid tersebut mengaku keberatan dan tidak puas dengan mediasi yang dilakukan karena terkesan berat sebelah. alasannya ia tidak diberitahu terkait insiden itu, bahkan saat digelar mediasi tidak ada surat pemberitahuan resmi.

“Guru itu diamanatkan untuk mendidik anak didiknya dengan baik bukan dengan langkah kekerasan,” pungkasnya. (yus)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button