Kabid Rehabilitas, PKH Dinsos Gayo Lues : Grup WA Tim PKH Memanas


GAYO LUES, ACEH, BN-Pembagian bantuan program keluarga harapan (PKH) di Desa Rema Baru Kecamatan Kita Panjang, Gayo Lues yang diduga kuat “disunat” oleh pendamping PKH Kecamatan Kota Panjang makin memanas.
Hal tersebut menyusul pemberitaan Bidik Nasional beberapa waktu lalu.
Seperti diberitakan, pemotongan alias penyunatan dana bantuan Program Keluarga Harapan atau yang dikenal dengan sebutan PKH tersebut menuai pertanyaan dan sorotan dari penerima PKH tersebut.
Kabid Rehabilitas/PKH Dinsos Gayo Lues Isnan Amin saat dikonfirmasi Bidik Nasional melalui sambungan telepon seluler, Senin (31/3/2020) mengatakan di grup WA PKH sudah mengatur ancang-ancang, memanas dan menunggu petunjuk Kadis Dinsos.
Lebih lanjut dia mengatakan seharusnya mengklarifikasi ke Dinas Tekhnis terkait berita tersebut.
“Jangan jadi berita sepihak. Fungsi pendampingan dan pengawasan tapi bukan jauh lebih bijak bila berita berita negatif sebelum di publikasi dikonfirmasi dulu biar muatan berita akuntabel dan fakta,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan bidiknasional.com salah seorang penerima PKH, Jumiati, warga Desa Rema Baru saat ditemui Bidik Nasional, Sabtu (29/3/2020) mengatakan kalau bantuan yang diterima berbentuk sembako.
Menurut Jumiati, bukti transfer di bank jumlahnya tertera Rp 200 ribu tetapi ia hanya menerima dalam bentuk sembako seperti beras 7 kilogram, kacang 1kilogram dan telor satu papan.
Menurutnya, jika di total jumlah belanja sebesar Rp130 ribuan sementara sisanya sebesar Rp70 ribu tidak diketahui kemana rimbanya.
“Kalau caranya begini, dana PKH sempat disunat untuk orang miskin tidak tahu apa jadi Gayo Lues ini ke depan bisa dapat asap,” pungkasnya.
Sementara Kadis Dinsos Gayo Lues Sukri Sp saat konfermasi Bidik Nasional melalui sambungan telepon seluler Rabu(1/4/2020) mengatakan sejauh ini tidak ada dengar dan laporan ke saya selaku kadis masalah ini. (dir)



