ACEHGAYO LUES

145 Kepala Keluarga di Kecamatan Terangun Gayo Lues Keluhkan Layanan Pustu Tanpa Bidan Desa

Kondisi kedua Puskemas Pembantu di Desa Rime Raya dan Desa Pantan Lues Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues (Foto.dok: dir)

■ Kepala Puskesmas Terangun Mustafa Kamil: Bidan Desa Dirumahkan oleh Dinas Kesehatan Gayo Lues

GAYO LUES, BIDIKNASIONAL.com – Lebih kurang 70 Kepala Keluarga Desa Rime Raya mengeluhkan Bidan Desa yang selalu tidak pernah ada di tempat. Keberadaan seorang Bidan Desa telah menjadi suatu kebutuhan bagi warga masyarakat Desa Rime Raya Kecamatan Terangun Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh yang selalu mengandalkan Bidan Desa baik untuk berobat dan cek Kesehatan.

Begitu juga dengan Bidan Desa Pantan Lues yang masuk wilayah Kecamatan Terangun, juga tidak pernah menempati Puskesmas Pembantu (Pustu). Akibatnya, 75 Kepala Keluarga mengeluhkan pelayanan di Pustu tersebut karena tidak adanya Bidan Desa yang menempati Pustu Pantan Lues tersebut.

Namun belakangan, Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) di dua desa itu yang menjadi tempat praktek Bidan Desa di Kecamatan Terangun nampak lengang. Bahkan tidak berpenghuni hingga tumbuh semak belukar.

Pustu di Pantan Lues saat ini dijadikan kandang ternak masyarakat setempat, bahkan hingga kini masyarakat sangat kesulitan jika mau berobat.

Menurut salah seorang masyarakat Desa Rime Raya kepada Bidik Nasional, Rabu (7/12/2022) mengatakan, Bidan nya tak mau menempati Pustu tersebut karena kata Bidan, tempatnya tak layak dihuni, sengnya bocor lantainya retak dan turun.

“Kata Bidan itu dia tidak mau menempati bangunan Pustu tersebut karena katanya sengnya bocor dan lantainya retak dan turun, makanya kami jika berobat termasuk sangat sulit. Bayangkan jika mau berobat ke Pustu kan tidak ada Bidanya yah terpaksa kami telpon, kan rumit jadinya,” ujarnya.

Sama halnya dikatakan salah satu masyarakat di Pantan Lues menyebutkan, saat ini kami sangat sulit jika mau berobat, karena Bidan Desanya tak pernah ada ditempat. Jika anak atau cucu kami mau berobat kami harus telpon dulu Bidan Desanya, kan rumit jadinya, iya jika kami punya hp jika masyarakat yang enggak punya Hp gimana,” tanya dia.

Memang lanjutnya, sudah beberapa bulan ini bidannya tidak terlihat di tempat perakteknya sehingga warga Pantan Lues kesusahan disaat akan berobat.

“Udah beberapa bulan ini bang, Bidannya gak ada di tempat/Pustu tersebut, gak tau juga dan dimana. Kami susah pak kalau mau berobat musti ke Puskesmas Terangun yang jaraknya jauh dari desa kami ini,” keluhnya.

Kepala Puskesmas Terangun Mustafa Kamil

Terkait permasalahan diatas, kepala Puskesmas Terangun Mustafa Kamil saat dikonfirmasi Bidik Nasional terkait tidak adanya Bidan Desa di Pustu dan di Poskesdes di dua desa tersebut mengatakan, akibat tidak ditempati Pustu dan Poskesdes didua desa tersebut, karena saat ini Bidanya sudah dirumahkan.

“Akibat tidak ditempatinya Puskesmas Pembantu dan Poskesdes di dua desa tersebut, karena Bidan Desanya saat ini sudah di rumahkan oleh Dinas Kesehatan Gayo Lues,” Pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam waktu dekat, bidiknasional.com berencana menggali keterangan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues terkait hal ini. Ikuti kelanjutan pemberitaan nya diedisi berikutnya.

Laporan: dir

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button