Proyek Pasar Induk Banyuwangi Rp152 M Disorot

Proyek Pasar Induk Banyuwangi tampak tak jelas progress pekerjaannya (Foto: tim BN)
BANYUWANGI, BIDIKNASIONAL.com – Proyek pembangunan revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi dan Asrama Inggrisan di Kabupaten Banyuwangi dipertanyakan? Pasalnya, dari pengawasan dan pantauan oleh Tim Bidik Nasional (BN), nampak masih dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Lince Romauli Raya dan PT Bina Karya (KSO) serta konsultan pengawas PT Delta Buana Konsultan, terkesan lamban dalam pekerjaannya. Padahal proyek itu sudah dimulai tahun 2024 lalu.
Tepatnya hari Minggu tanggal 29 Juni 2025, BN bersama Tim LSM Kobra mengecek keberadaan di lokasi proyek dan nampak di Papan nama proyek tersebut tidak ada tertulis Volume pekerjaan. Ini patut dipertanyakan? mengapa tidak dicantumkan volumenya.
Perlu diketahui, penanggungjawab proyek pembangunan revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi dan Asrama Inggrisan dilaksanakan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Dirjen Prasarana Strategis, Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis, Provinsi Jawa Timur di Menganti Wiyung Surabaya. Sumber dana APBN 2024-2025, No. Kontrak: 569/SPK/Cb16.6.5/2024., tanggal SPMK 8 Oktober 2024, nilai kontak Rp. 152.000.000.000.,00.
Sumber BN mengatakan, proyek jumbo dengan anggaran fantastis itu pelaksanaan di lapangan tidak signifikan dan mengecewakan masyarakat. Selain lambat dikerjakan, sejumlah material datangnya juga dicicil tidak mencerminkan sebagai kontraktor besar yang mengerjakan proyek milyaran. Belum lagi kualitas material yang didatangkan sudah Standar Nasional (SNI) apa belum.
“Kami sangat kecewa mengapa proyek milyaran sebesar ini kok pelaksanaannnya kurang professional, selain lambat kualitas materialnya juga diragukan,” kata Djoni pegiat LSM Kobra.
Hingga berita ini diterima ke Redaksi BN, Tim Wartawan dan LSM Kobra belum berhasil mengkonfirmasi Kementerian PU, Dirjen Prasana Strategis, Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Stategis di Jln.Raya Menganti Wiyung Surabaya, Provinsi Jatim. Begitu juga kontraktor PT Lince Romauli Raya dan PT Bina Karya (KSO) belum berhasil ditemui BN. Tim hanya bertemu sejumlah pekerja kasar di lapangan yang tidak ada kompetensi untuk menjelaskan proyek prestisius ini.
Laporan: Tim BN
Editor: Budi Santoso



