JATIMPASURUAN

Tetap Aktif Bersiaran, Rizki Amalia Rasakan Perlindungan Nyata dari JKN

Rizki Amalia (31) penyiar di Radio Suara Kota Pasuruan RAMAPATI FM (ist)

PASURUAN, BIDIKNASIONAL.com – Di tengah kesibukannya sebagai penyiar radio, Rizki Amalia (31) menyadari bahwa menjaga kesehatan menjadi hal yang sangat penting untuk menunjang pekerjaannya sehari-hari. Perempuan yang bekerja sebagai penyiar di Radio Suara Kota Pasuruan RAMAPATI FM itu mengaku profesinya menuntut kondisi tubuh yang prima agar tetap fokus dan mampu memberikan siaran terbaik kepada masyarakat.

Rizki mengatakan bahwa seorang penyiar radio tidak hanya bertugas menghibur pendengar, tetapi juga menyampaikan informasi yang akurat dan terpercaya kepada masyarakat. Menurutnya, kesehatan menjadi faktor utama agar pekerjaan dapat dijalankan secara optimal, terlebih dalam dunia penyiaran yang memiliki jadwal kerja cukup dinamis.

“Sebagai penyiar radio, kesehatan sangat penting agar kami bisa memberikan performa maksimal saat bersiaran. Kami dituntut tetap fokus dan berkonsentrasi saat menyampaikan berita maupun informasi terbaru kepada masyarakat, sehingga informasi yang diterima benar dan tidak menimbulkan hoaks,” ujar Rizki saat ditemui usai siaran di studio RAMAPATI FM, Selasa (20/05).

Kesadaran akan pentingnya kesehatan itulah yang membuat Rizki merasa perlu memiliki perlindungan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Baginya, menjadi peserta JKN memberikan rasa aman ketika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Menjadi peserta JKN artinya memiliki perlindungan saat sakit. Dengan begitu, ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, saya merasa lebih tenang,” katanya.

Rizki pun mengaku pernah merasakan langsung manfaat Program JKN, terutama saat menjalani proses persalinan anaknya. Saat itu, dokter menyarankan tindakan Operasi Caesar (SC) karena adanya indikasi medis. Seluruh proses pelayanan kesehatan dapat dijalaninya dengan baik tanpa biaya tambahan.

“Waktu melahirkan saya harus menjalani operasi caesar karena ada indikasi medis. Alhamdulillah tidak ada biaya tambahan apapun, semua ditanggung BPJS Kesehatan. Saat itu saya merasa sangat terbantu,” ungkapnya.

Menurut Rizki, pengalaman tersebut membuat dirinya semakin merasakan manfaat nyata dari Program JKN. Ia mengaku lebih tenang karena tidak lagi dibayangi kekhawatiran mengenai biaya pengobatan ketika sakit.

“Alhamdulillah merasa tenang dan lega. Jadi saat membutuhkan pelayanan kesehatan, saya bisa fokus pada proses penyembuhan tanpa khawatir biaya yang tinggi,” tuturnya.

Selain perlindungan kesehatan, Rizki juga merasakan kemudahan layanan digital JKN yang mendukung aktivitasnya sebagai pekerja dengan jadwal padat. Ia menilai layanan yang dapat diakses secara online sangat membantu karena lebih praktis dan hemat waktu, terutama di tengah aktivitas siaran yang bisa berlangsung pagi, siang, hingga malam hari.

Rizki juga menyampaikan pesan kepada masyarakat yang saat ini kepesertaan JKN-nya masih nonaktif maupun yang belum terdaftar sebagai peserta. Menurutnya, perlindungan kesehatan sangat penting dimiliki sejak dini karena tidak ada yang tahu kapan risiko sakit datang.

“Rizki berharap Program JKN terus berkembang dan semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menunggu sakit terlebih dahulu sebelum mendaftar atau mengaktifkan kembali kepesertaan JKN. Menurutnya, saat kondisi darurat datang, masyarakat membutuhkan akses pelayanan kesehatan yang cepat dan rasa tenang tanpa harus dibebani kekhawatiran akan biaya pengobatan. Baginya, menjadi peserta JKN bukan hanya bentuk perlindungan untuk diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga,” tutupnya. (bn/ra/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button