
MANADO, BIDIKNASIONAL.com – Dalam Rangka memperingati Hari Lahir Pancasila tahun 2026 Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi utara sukses menyelanggarakan aksi kemanusiaan donor darah secara maraton di tiga gerbang utama Transportasi darat Sulawesi utara. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi nyata nilai- nilai Pancasila dalam membantu sesama.
Rangkaian kegiatan dimulai serentak pada 2 juni 2026 di dua lokasi yakni satuan pelayanan Terminal Tipe A Boroko dan Terminal Tipe A Tangkoko (Bitung). Aksi sosial ini kemudian ditutup dengan pelaksanaan di Terminal Tipe A Malalayang (Manado) pada tanggal 9 juni 2026.
Dalam pelaksanaannya, BPTD kelas II Sulawesi Utara menjalin kolaborasi erat dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dari tiga wilayah yaitu PMI kota kotamobagu, PMI kota Bitung, dan PMI Kota Manado. Sinergi lintas sektoral juga terlihat kuat dengan partisipasi aktif dari personel TNI, Polri, dan Jasa Raharja setempat yang turut hadir mendonorkan darah mereka.
Data Partisipasi Pendonor: Berdasarkan catatan Panitia di lapangan, total kantong darah yang berhasil di kumpulkan adalah sebagai berikut.TerminalTipe A Boroko:35 orang.Terminal Tipe A Tangkoko.15 orang.Terminal Tipe A Malalayang.13 orang.Kegiatan ini di ikuti langsung oleh jajaran pejabat (BPTD) kelas II Sulawesi utara, para Kordinator satuan pelayanan (koorsatpel) Terminal staf, serta para pengguna jasa (penumpang dan pengemudi) yang sedang berada di area terminal.
“Aksi donor darah ini bukan sekedar rutinitas, melainkan wujud semangat gotong royong sesuai napas pancasila, keterlibatan rekan-rekan dari Dinas Perhubungan Daerah setempat, TNI, Polri dan jasa Raharja hingga masyarakat pengguna jasa menunjukan bahwa terminal kini telah bertransformasi menjadi ruang publik yang peduli terhadap isu kemanusiaan,” ujar Alexander Hilmi Perdana selaku kepala BPTD kelas II Sulut.
Pria yang memiliki hooby berolahraga lari ini juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendonor yang telah sukarela menyumbangkan darahnya.
“Diharapkan, pasokan darah yang terkumpul dapat membantu ketersediaan stok darah di (PMI) untuk masyarakat Sulawesi Utara yang membutuhkan,” imbuhnya.
“Melalui kegiatan ini, BPTD kelas II Sulawesi Utara membuktikan bahwa pelayanan publik tidak hanya terbatas pada aspek transportasi, tetapi juga mencakup kepedulian yang berdampak langsung pada ketahanan kesehatan daerah.” tutup Alexander Hilmi Perdana. (Hilda Pusung)



