BOJONEGOROJATIM

Pengalaman Mamik: JKN Tanggung Operasi Anak hingga Pulih Tanpa Kendala

BOJONEGORO, BIDIKNASIONAL.com – Rasa syukur mendalam dirasakan oleh Mamik Purwati (35), warga Desa Sobontoro, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Mamik mengaku puas memanfaatkan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pengalaman tersebut bermula ketika anak pertamanya mengalami kecelakaan yang menyebabkan patah tulang. Selanjutnya, dokter pun mengharuskan untuk dilakukan tindakan medis yaitu operasi. Dalam situasi yang penuh kekhawatiran itu, Mamik mengaku sangat terbantu oleh kehadiran BPJS Kesehatan yang menanggung seluruh biaya pengobatan.

Menurut Mamik, proses penanganan medis berjalan dengan sangat baik. Sejak awal masuk rumah sakit hingga tindakan operasi dilakukan, semua prosedur terasa lancar dan profesional.

“Saya bersyukur menjadi peserta JKN. Biaya pengobatan putri saya dijamin penuh. Tidak hanya biaya operasi, perawatan pasca operasi berupa rawat inap selama kurang lebih satu minggu pun dijamin sepenuhnya. Saya merasa tenang dan rasa khawatir hilang. Fokus selanjutnya adalah pemulihan kondisi anak saya tanpa harus memikirkan beban finansial,” katanya, Kamis (25/06).

Selama menjalani perawatan di rumah sakit, Mamik juga merasakan kualitas pelayanan yang memuaskan. Ia menegaskan tidak ada perlakuan yang membedakan antara pasien peserta JKN dengan pasien lainnya.

“Seluruh tim medis memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan penuh empati. Saya tidak merasakan adanya diskriminasi. Semua dilayani dengan baik dan kami merasa sangat diperhatikan,” ungkap Mamik.

Mamik juga meluruskan salah satu rumor yang beredar di masyarakat mengenai batasan hari rawat inap bagi peserta BPJS Kesehatan. Berdasarkan pengalaman pribadinya, Mamik menilai informasi tersebut tidak benar.

“Anak saya di menjalani rawat inap sampai sembuh. Segala sesuatu yang membutuhkan perawatan medis tetap diberikan sesuai dengan indikasi medis. Menurut saya tidak ada kendala sama sekali. Jadi anggapan tentang pembatasan hari rawat inap itu tidak benar,” jelasnya.

Selanjutnya, kemudahan akses informasi juga menjadi nilai tambah yang dirasakan Mamik. Ia mengaku mendapatkan penjelasan yang jelas sejak awal pendaftaran hingga proses rawat inap. Menurutnya Peran Petugas Pusat Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) di rumah sakit sangat membantu dalam memberikan informasi yang komunikatif dan mudah dipahami.

“Layanan JKN sekarang ini sangat memudahkan pesertanya untuk berobat. Apalagi di rumah sakit ada PIPP yang setiap saat membantu kami jika mengalami kendala. Selain itu kehadiran aplikasi Mobile JKN pun memberikan memudahkan, terutama dalam hal pendaftaran layanan kesehatan. Sekarang sudah tidak perlu antre lama di rumah sakit karena ada fitur antrean online di aplikasi Mobile JKN. Hal ini sangat membantu, apalagi bagi masyarakat yang ingin pelayanan cepat dan praktis. Selain itu, berobat ke faskes dengan hanya menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pun langsung dilayani,” tambahnya.

Sebagai peserta JKN, Mamik berharap program ini dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat luas. Mamik berharap agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat yang sama tanpa terkendala biaya kesehatan.

“Program JKN benar-benar sangat membantu keluarga kami di saat kondisi sulit. Saya sangat bersyukur menjadi pesertanya. Manfaatnya yang sangat besar tidak dapat dipandang sebelah mata. Seluruh biaya pengobatan anak saya dijamin penuh dan pelayanan faskes sangat baik. Semoga layanan JKN terus bertambah baik sehingga masyarakat semakin terbantu. Selanjutnya sosialisasi layanan JKN juga perlu ditingkatkan. Masyarakat paham, layanan memuaskan. Terima kasih BPJS Kesehatan yang sudah membantu biaya pengobatan anak kami,” pungkasnya. (ru/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button