GRESIKJATIM

Wajib Tahu! Ada Hal Yang Tidak Bisa Dijamin BPJS Kesehatan 

Janoe Tegoeh Prasetijo, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Gresik (ist)

GRESIK, BIDIKNASIONAL.com – Informasi penting bagi peserta JKN. Bukan hanya penyakit berbiaya mahal yang dijamin, BPJS Kesehatan bahkan menjamin biaya pelayanan kesehatan yang memerlukan perawatan berjangka waktu lama atau bahkan berlangsung seumur hidup.

“Seperti cuci darah bagi pasien gagal ginjal, penderita talasemia dan hemofilia, pasien yang menjalani pengobatan kanker, insulin untuk penderita diabetes, dan lain sebagainya. Memang ada beberapa yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan, namun karena sudah ditanggung oleh instansi lain,” kata Janoe Tegoeh Prasetijo, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Gresik.

Janoe menyebut contohnya seperti gangguan kesehatan akibat ketergantungan obat ditangani oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) atau alat kontrasepsi dan obat-obatnya ditangani Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga). Selain itu terdapat juga pelayanan kesehatan untuk korban kekerasan dan penganiayaan yang sudah ditangani Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

“Ada pula pelayanan kesehatan yang tidak dijamin BPJS Kesehatan karena dilakukan untuk tujuan kosmetik. Misalnya, operasi plastik dan pasang kawat gigi untuk tujuan mempercantik diri. Selain itu, ada pelayanan kesehatan yang tidak dijamin karena dilakukan di luar negeri, karena mekanisme penjaminan Program JKN hanya berlaku di wilayah Indonesia. Tidak hanya itu, pengobatan komplementer, alternatif, dan tradisional yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan, termasuk dalam pelayanan kesehatan yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan,” tutur Janoe.

Selanjutnya, Janoe mengatakan bahwa terdapat juga beberapa pelayanan kesehatan tidak masuk dalam jaminan BPJS Kesehatan karena sudah dijamin oleh instansi lainnya. Misalnya, cedera akibat kecelakaan kerja dijamin oleh BPJamsostek, PT Taspen, PT ASABRI, atau instansi penjamin lainnya.

“Jadi kebijakan tersebut bukan aturan yang baru diberlakukan, kami telah melakukan sosialisasi berulang-ulang dalam berbagai kesempatan. Harapan kami, peserta JKN rutin membayar iuran supaya Program JKN terus berlanjut melindungi masyarakat Indonesia. Apalagi sudah banyak masyarakat yang merasakan betapa besar manfaat program ini,” ujar Janoe.

Salah satu peserta dari Kabupaten Gresik, Shandy (35) ini contohnya. Pria berkaca mata ini mengatakan bahwa JKN menjadi penyelamat bagi keluarganya.

“JKN ini menurut saya seperti guardian. Selalu melindungi keluarga saya, jadi tidak perlu khawatir jika kami sedang sakit. Kami selalu mengandalkan JKN, karena manfaatnya sangat luar biasa,” puji Shandy.

Shandy juga mengapresiasi layanan digital BPJS Kesehatan. Salah satunya yaitu Aplikasi Mobile JKN.

“Apalagi sekarang layanan JKN serba digital. Misalnya, setiap saya butuh berobat ke fasilitas kesehatan, pendaftarannya sudah bisa melalui Aplikasi Mobile JKN. Jadi sangat membantu dan waktu jadi lebih efektif,” terang Shandy. (bp/qa/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button