JATIMSIDOARJO

Divonis Gagal Ginjal Stadium 5, Marwanto Bersyukur Biaya Cuci Darah Rutin Ditanggung JKN

SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – Gagal ginjal stadium akhir menuntut penderitanya menjalani terapi pengganti fungsi ginjal, salah satunya cuci darah atau hemodialisa (HD). Terapi ini harus dilakukan secara rutin dalam jangka waktu yang panjang. Kondisi itulah yang kini dijalani oleh Marwanto (45), Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Sudah sepuluh bulan Marwanto menjalani terapi cuci darah di Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Sidoarjo, setelah dokter menyatakan dirinya mengalami gagal ginjal stadium 5. Marwanto mengaku, sebelum sakit, ia adalah perokok berat.

“Dulunya, saya aktif merokok. Tapi pada saat itu, saya jadi sering mengeluh pusing dan semakin lama wajah saya jadi semakin bengkak,” ujar Marwanto, Jumat (16/10)

Marwanto bercerita bahwa setelah merasakan gejala tersebut, ia segera memeriksakan diri ke puskesmas dan petugas menyarakankan agar ia melakukan pemeriksaan laboratorium. Hasilnya menunjukkan bahwa ia menderita penyakit kronis, sehingga langsung diarahkan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang. Di IGD, dokter menyampaikan bahwa nilai kreatinin Marwanto mencapai 24. Dokter menawarkan dua pilihan, yaitu transplantasi ginjal atau terapi cuci darah.

“Kaget sekali waktu dengar hasil pemeriksaan. Saya didiagnosis gagal ginjal stadium 5 dan harus memilih antara transplantasi ginjal atau cuci darah. Tapi, setelah berdiskusi dengan keluarga, akhirnya saya putuskan untuk menjalani terapi cuci darah,” ceritanya.

Pengobatan jangka panjang seperti cuci darah tentu memberatkan secara finansial bagi sebagian orang, termasuk Marwanto. Namun, meski harus menjalani terapi cuci darah dua kali seminggu, setiap senin dan kamis, ia tidak lagi khawatir karena seluruh biayanya ditanggung Program JKN.

“Alhamdulillah, mulai dari awal saya memeriksakan diri ke puskesmas hingga menjalani terapi cuci darah seperti sekarang, semuanya ditanggung JKN. Kalau harus bayar sendiri dengan jumlah sebesar itu, rasanya saya dan keluarga juga akan merasa keberatan,” ungkapnya.

Program JKN menjadi penopang utama bagi Marwanto untuk rutin menjalani pengobatan selama ini. Manfaat Program JKN semakin ia rasakan setelah terapi rutin itu mulai menunjukkan hasil yang lebih baik. Kondisi Marwanto bernagsung stabil, dengan nilai kreatinin pada pemeriksaan terakhir turun menjadi 17,2.

“Sekarang kondisi saya perlahan-lahan stabil dengan hasil cek kreatinin terakhir di angka 17,2. Saya sangat bersyukur karena sudah terdaftar menjadi Peserta JKN. Berkat Program JKN, terapi cuci darah bisa saya jalani secara rutin karena seluruh biayanya sudah dijamin. Harapan saya, semoga Program JKN terus ada untuk membantu orang seperti saya,” pungkasnya. (*/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button