
Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat (Foto: eml BN)
BANDUNG, BIDIKNASIONAL.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI-red), Jawa Barat (Jabar) menggelar acara Halal Bihalal sekaligus Rapat Koordinasi di Aula PWI Jawa Barat, Sabtu (12/4/2025).
Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat, dalam kata sambutannya menyampaikan, kegiatan dilaksanakan dalam rangka menyikapi konflik pengurus PWI pusat agar semua pihak menjaga adab dalam berorganisasi.
Tak hanya itu, Hilman Hidayat mengatakan, agar semua anggota PWI Jawa Barat berpegang teguh pada keputusan Rapat Pleno Jawa Barat yang dilaksanakan pada, (22/9/2024).
Masih menurut Hilman Hidayat, bahwa pihaknya tidak memiliki urusan dengan siapapun, namun demikian karena saat itu dipandang penting untuk memberikan keputusan.
“Saya mengumpulkan seluruh Ketua dan Sekjen PWI Kota/Kabupaten se Jawa Barat untuk menentukan sikap, dan pada saat itu lebih dari 90 persen peserta yang hadir merujuk ke Zulmansyah Sakedeng,” ujar Hilman Hidayat.
Lanjut Hilman Hidayat, “saya merasa heran jika ada peserta pada saat itu ikut menyetui kita berada di Barisan Zulmansyah Sakedeng, tapi kenyataannya di tengah jalan kok berkhianat tambahnya,” kata dia.

Kegiatan dihadiri oleh 19 pengurus Kota/Kabupaten se Jabar. Sedangkan pengurus yang tidak bisa hadir memberikan pernyataan langsung ke ke pihak pengurus PWI Jabar.
Berikut pernyataan sikap bersama dalam Rapat Koordinasi PWI Jabar:
1. Tidak mengakui adanya pembekuan Pengurus PWI Provinsi Jawa Barat.
2. Tidak mengakui penunjukan Plt. Ketua PWI Provinsi Jawa Barat.
3. Menyatakan patuh dan taat terhadap hasil keputusan Pleno PWI Jawa Barat bersama PWI Kab/Kota pada (22/9/2024) yang memutuskan mendukung KLB.
4. Tetap solid dan menolak digelarnya KLB Provinsi yang akan dilakukan oleh Plt.bentukan Hendry CH Bangun.
5 Menyatakan tetap mengakui Hilman Hidayat sebagai ketua PWI Provinsi Jawa Barat dan Zulmansyah Sekedang sebagai Ketua umum.
6. Menyatakan tetap mengakui Oland PH Sibarani sebagai Ketua DK Provinsi Jawa Barat dan Sasongko Tedjo sebagai Ketua DK PWI Pusat.
7. Mendorong dilakukan Rekonsilisasi ulang untuk menyelesaikan konflik dualisme.
Laporan: eml
Editor: Budi Santoso



