BOJONEGOROJATIM

Gandeng Pemkab Bojonegoro, Tingkatkan Kepuasan Layanan JKN Melalui Forum Kemitraan

BOJONEGORO, BIDIKNASIONAL.com – Sinergi dan Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro dalam upaya peningkatan kepuasan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus digalakkan oleh BPJS Kesehatan Cabang Bojongoro. Bertempat di ruang Setyowati, Selasa (07/10), Forum Kemitraan (Forkem) tersebut dilaksanakan dengan penuh kekeluargaan. Kecepatan layanan, keramahan petugas dan kemudahan saat peserta berobat menjadi konsentrasi penting dalam agenda pembahasan.

Mewakili pemerintah daerah, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Ia mengatakan jika kepuasan peserta saat berobat di faskes tidak lepas dari peran semua pihak. Nurul berharap semua stakeholder selalu meningkatkan komunikasi agar peserta yang berobat tidak antre lama.

“Tentu Pemkab Bojonegoro mendukung penuh upaya BPJS Kesehatan untuk terus meningkatkan kepuasan pesertanya. Tidak antre lama dan cepat ditangani saat berobat serta alur layanan yang mudah tentu menjadi perhatian utama. Selanjutnya tidak hanya itu saja namun juga peningkatan layanan di faskes juga akan diperhatikan. Semoga dengan kolaborasi ini, perlindungan layanan JKN bagi masyarakat Kabupaten Bojonegoro semoga benar-benar dapat dirasakan manfaatnya. Apalagi seluruh masyarakat di Kabupaten Bojonegoro telah hampir semuanya terdaftar menjadi peserta JKN. Harapannya juga dengan predikat Universal Health Coverage (UHC) sejak tahun 2020 kami sandang semoga mampu kami pertahankan. Semua capaian dan upaya ini untuk memakmurkan masyarakat. Menjadikan masyarakat Kabupaten Bojonegoro yang bahagia, makmur dan membanggakan,” imbuh wakil bupati perempuan pertama di Kabupaten Bojonegoro ini.

Dapat disampaikan bahwa dalam acara tersebut dihadiri oleh beberapa stakeholder BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro. Diantaranya adalah Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatiokoesoemo, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bojonegoro, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), serta perwakilan puskemas di Kabupaten Bojonegoro

Pj. Sekda, Kusnandaka pun menaruh harapan besar atas keberlangsungan layanan JKN bagi masyarakat di Kabupaten Bojonegoro. Menurutnya kecilnya angka keluhan dari setiap peserta yang berobat akan berdampak mewujudkan tata Kelola alur pelayanan yang baik.

“Pijakan saya adalah regulasi dan tata kelola yang baik untuk alur layanan JKN. Jika keluhan pasien saat berobat dapat diminimalisasi tentunya sistem ini berjalan dengan baik. Namun seandainya alur layanan ini masih terkendala berarti kita semua harus berbenah untuk mengurainya. Namun saya yakin jika saat ini peserta yang berobat telah memanfaatkan alu layanan sesuai dengan prosedur. Terlebih jika antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN dapat dimanfaatkan dengan baik,” ujar Kusnandaka.

Selanjutnya Kusnandaka pun juga memperkenalkan Program WhatsApp Integrasi Antrian Online Rumah Sakit (WASIAT). Aplikasi tersebut bertujuan untuk memudahkan masyarakat yang mendaftar layanan kesehatan di RSUD. Pendaftarannya pun gratis, pendaftarannya dapat dilakukan dimanapun serta mengurangi waktu tunggu dan antrean panjang di rumah sakit.

“Pemkab Bojonegoro saat ini terus berbenah guna meningkatkan kepuasan perlindungan jaminan kesehatan bagi masyarakatnya. Salah satunya adalah dihadirkannya Program WASIAT yang harapannya agar saat berobat tidak antre di faskes. Selanjutnya ada empat rumah sakit yang sudah menjalankan Pogram WASIAT yaitu RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo, RSUD Padangan, RSUD Sumberrejo dan RSUD Kepohbaru. Tentunya aplikasi ini dapat dikombinasikan dengan sistem lain seperti Aplikasi Mobile JKN. Sehingga masyarakat tetap selalu dapat menikmati kemudahan layanan JKN melalui Program WASIAT,” jelasnya.

Kusnandaka juga berharap jika peserta JKN masih harus terus dikawal melalui sosialisasi. Ia yakin prosedur dan kebijakan yang berlaku tentunya harus disampaikan ke khalayak.

“Masyarakat perlu tahu haknya guna mendapatkan layanan sesuai ketentuan dan kewajibannya seperti membayar iuran tepat waktu dan menjaga keaktifan kepesertaan. Apalagi saya juga peserta aktif JKN sejak resmi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Terlebih setiap bulannya saya pun aktif menggunakan layanan JKN yang alhamdulillah saat ini anti ribet. Mari kita dukung program pemerintah yang sangat luar biasa ini. Agar masyarakat memahami apa itu JKN, siapa penyelenggaranya, dan bagaimana mekanisme kepesertaannya,” paparnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Wahyu Giyanto pun tak kalah semangat menyambut apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Ia sangat fokus mewujudkan layanan JKN di Kabupaten Bojonegoro yang cepat layanan dan mudahan alur layanan sesuai dengan prosedur.

“Kami berterima kasih pada Pemkab Bojonegoro yang senantiasa mendukung penuh peningkatan kepuasan layanan JKN. Saya yakin faskes-faskes yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan pun telah memahami aturan yang berlaku. Tidak hanya sakit saja kami memberikan jaminan namun juga saat sehat. Mari, gunakan Skrining Riwayat Kesehatan untuk memonitoring kesehatan kita. Layanan JKN yang mudah, cepat dan setara akan terus kami upayakan. Hal ini pun sebagai perwujudan dari UUD 1945 pasal 34 ayat (2) dan ayat (3) serta pasal 28 H ayat (3). Serta sesuai dengan regulasi UU SJSN pasal 19 ayat (1) dan pasal 2,” tutup Wahyu. (ru/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button