Terancam Gagal Panen, Masyarakat Sukra Minta Normalisasi Irigasi


INDRAMAYU, JABAR, BN-Saluran Irigasi di wilayah Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu dangkal. Pasalnya sepanjang saluran irigasi banyak tumpukan sampah yang menyebabkan tersumbatnya air dipintu irigasi.
Akibatnya tumpukan sampah ini sejumlah lahan petani tidak bisa teraliri air (Kering). Hal tersebut bisa berakibat gagal tanam pada musim Gadu MT 2020.
Kalangan petani di wilayah Kecamatan Sukra berharap kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu, Dinas PUPR Dinas Pertanian dan dinas terkait segera menormalisasi saluran Irigasi dari pintu air Gadel sampai pintu air di Desa Tegaltaman sebelah Utara jalan raya pantura.
Selain menghambat aliran irigasi kepersawahan, banyaknya sampah itu juga menyebabkan saluran irigasi menjadi dangkal dan sempit, sehingga debit air yang dialirkan dari pintu air Desa Bogis tidak maksimal.
“Ini yang membuat petani diwilayah Kecamatan Sukra merasa kehilangan air irigasi karena air itu tidak sampai kesawah-sawah,” ujar Dartim (51) dijumpai bidiknsional.comSenin (13/08/2020) pagi.
Lebih lanjut ia mengatakan, mengajak kepada masyarakat untuk saling menjaga dan tidak membuang sampah sembarangan juga jagalah lingkungan agar tetap bersih. Semua ini dilakukan untuk kepentingan bersama termasuk petani yang ada diwilayah Kecamatan Sukra.
Salah seorang petugas TPOP yang enggan menyebutkan namanya saat dihubungi bidiknasional.com membenarkan banyaknya sampah yang terbawa air irigasi sehingga pintu airpun sering tersumbat.
Perihal dangkalnya irigasi ia juga berharap kepada pemerintah dan instansi terkait agar secepatnya untuk menormalisasi irigasi. (Runata)



