BENGKALISRIAU

PROYEK RATUSAN JUTA RUPIAH APBD KABUPATEN BENGKALIS MENGGUNAKAN PASIR PANTAI

RUPAT UTARA, BENGKALIS, bidiknasional.com – Pantai wisata Lapin, Rupat Utara, terus dibenahi oleh pemerintah kabupaten Bengkalis.

Untuk tahun ini (2021) ada sekitar 5 bangunan yang didirikan di pantai tersebut.

Diantaranya adalah: pengamanan pantai, semenisasi lahan jalan wisata pantai, pembangunan tower dan mesin air lengkap dengan pompanya, semenisasi joging track pantai,dan pembangunan pendopo pantai.Dengan rata rata dana Ratusan juta rupiah,yang diambil dari APBD kabupaten Bengkalis.

Berbicara masalah pembangunan tersebut sebagian masyarakat sangat kecewa dengan ulah para pemborong bangunan yang mendapatkan tender dari pekerjaan tersebut.Bagaimana tidak, hampir semua pasir bangunan tersebut memakai pasir pantai yang terdapat di sepanjang pantai wisata tersebut.

Berbicara kepada pihak media seorang warga amat menyayangkan hal tersebut. ” Seluruh pekerjaan ini seratus persen memakai pasir pantai.Malam di korek dibawah jembatan yang terdapat di pantai tersebut,dengan menggunakan gerobak sorong dan diantarkan ke tempat penampungan pasir yang terdapat di sekitar pantai tersebut sesudahnya dilangsir oleh pekerja ketempat pengadukan semen siangnya dipakai untuk membangun bangunan ini ” Ujar warga.

Pihak media juga mencoba untuk mendapatkan kebenaran dari pihak pekerja yang bekerja membuat bangunan tersebut. Pekerja pertamanya mengelak dengan mengatakan tidak memakai pasir pantai,tapi setelah di koreksi pekerjaan mereka oleh pihak media mereka pun mengakui memang benar para pemborong menggunakan pasir laut yang terdapat di sepanjang pantai tersebut.Ketika pihak media bertanya siapa pemborong pembangunan tersebut mereka mengatakan pemborong bangunan tersebut ada dari Rupat dan dari luar Rupat.

Salah satu warga setempat ditemui pihak media juga menyatakan amat menyayangkan hal tersebut.Sambil menunjukkan salah satu bangunan Gajebo yang udah mulai bocor akibat koyak atapnya dan tiang cor terbuat dari batu banyak yang menurut beliau ini semua akibat tidak adanya kwalitas bangunan tersebut. Sebab menggunakan pasir pantai yang banyak kadungan air asin.

Pihak media juga bertanya mengenai hal tersebut kepada salah satu kepala desa mengenai penggunaan pasir pantai tersebut dia juga amat menyayangkan hal tersebut.Karena menurut beliau itu dana APBD kabupaten beda dengan swakelola,karena dananya lebih besar. ” Kalau kita beli dari masyarakat pun itu pasirnya harus di endapkan dulu,karena tingginya kandungan air asin.Dan mengenai penggunaan pasir laut itu ,telah tertuang didalam undang undang bahwa pemerintah amat melarang hal tersebut.” ujar beliau lagi.

Sementara pihak pemborong dan mandor pekerjaan tersebut ketika akan dikonfirmasi tidak ada di lokasi pekerjaan.(Agung M)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button