Pelaku Teror Bom Polrestabes, Warga Krukah Surabaya


SURABAYA, JATIM, BN – Nampak rumah kontrakan pelaku bom bunuh diri Polrestabes Surabaya, di jaga ketat oleh aparat keamanan dengan di sertai batas police line yang sudah terpasang, sekitar radius 50 M sampai ke rumah pelaku (14/052018), malam hari.
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian menyebut dalam konferensi persnya bahwa empat pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya adalah satu keluarga.
Di perjelas oleh Kapolri, para pelaku yang mengendarai dua sepeda motor, sebenarnya berjumlah lima orang. Namun seorang lagi adalah anak kecil berusia delapan tahun yang duduk di bangku depan sepeda motor terlempar dan selamat.
“Pelaku ya inisial TM dan mereka sekeluarga lagi, bapak, ibu dan anak-anaknya,” ujar Kapolri dalam konferensi persnya di Media Center Polda Jatim, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5/2018).

Pengeboman dilakukan oleh satu keluarga yang terdiri ayah, ayah, Tri Murtiono (TM) 48 tahun, Istri, Tri Ernawati 43 tahun, tiga orang anak, Muhammad Daffa Amin Murdafa, 19 tahun, Muhammad Dary Satria Murdana, 15 tahun dan Aisyah azzahra Putri, 8 tahun.
Dalam aksinya yang terekam CCTV Dan telah beredar viral, mereka mencoba merangsek masuk Mapolrestabes melalui pintu depan dan harus melalui pemeriksaan ketat oleh anggota piket polrestabes, namun saat mereka di periksa ledakan langsung terjadi hingga akhirnya menimbulkan pelaku meninggal di lokasi saat bom bunuh diri meledak.
Sementara anak bungsu mereka, Ais diketahui tubuhnya sempat terpental namun tidak sampai meninggal dunia.
Ketua RT 08, RW 02, Tambak Medokan Ayu 6/2, Surabaya menjelaskan kepada bidiknasional. com, mereka satu keluarga yang menempati rumah Pak Sugeng (pemilik rumah) sejak 6 Tahun yang lalu.
Saat mereka menempati rumah tersebut, TM melapor kepada saya dengan membawa lengkap bukti kependudukan KK dan KTP dengan alamat Jl. Krukah Selatan 11-B/11, Surabaya.
“TM sendiri bekerja sebagai penjual jasa pembuatan teralis, canopi dan pagar,” terang Ketua RT.
Ditambahkan, mereka adalah keluarga tertutup yang jarang berinteraksi dengan warga sekitar. Bahkan istri TM jarang keluar rumah.
“Kami sangat tidak menyangka kalau mereka sekeluarga adalah pelaku teror di Polrestabes,” pungkasnya.
Informasi terakhir di dapat oleh BN, penggeladahan di rumah pelaku akan dilakukan besok (Selasa, 15/05) langsung oleh Densus 88 Mabes Polri. (boody)



