Bupati Sumenep DR. Abuya Busyro Karim, M,Si Membuka Film Dalam Rangka Hari Aksa Dan HUT PGRI 73


SUMENEP, JATIM, BN – Hut PGRI 73 dan hari aksara Internasional Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Gelar nonton bareng Film Inspritif di Gedung Korpri Sumenep. Pemutaran Film Pendidikan Penjuru 5 Santri yang menceritakan semangat para generasi muda untuk menuntut ilmu meskipun terhalang kondisi geografis, sosial dan ekonomi.
Pemutaran film pendidikan kerjasama Kementrian Pendidikan dan Kebudayan RI dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, sebagai semangat positif dalam memotivasi para guru dan siswa yang ada di Sumenep.
Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Drs A. Shadik, M,Si dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan kegiatan pemutaran film sebagai penguatan karakter yang melalui media inspiratif .
Pemutaran film ini sebagai upaya penguatan karakter melalui media inspiratif tahun 2018, untuk semua guru maupun para peserta didik di lingkungan Kabupaten Sumenep.
Lanjut A. Shadik, kegiatan hari ini mampu menginspirasi nilai nilai karakter seperti yang diperankan sastrawan Sumenep D. Zawawi Imron dalam film Penjuru 5 Santri. Sehingga mampu mengimplemantasikan bagi diri sendiri dan menjadi anak teladan dilingkungan sekolah.
Setelah film pertama Penjuru 5 Santri akan dilanjutkan pemutaran film kedua Kau dan Aci yang nanti akan dipertontonkan kepada siswa SD dan SMP di Sumenep sesi II, memiliki pengembangan nilai-nilai karakter anak dan remaja, seperti: tanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerjasama, toleransi, saling menghargai, bersaing sehat, dan sportif.
Bupati Sumenep DR. Abuya Busyro Karim, M,Si dalam sambutannya dalam era kemajuan zaman media dan saluran informasi berkembang pesat, tetapi belum tentu sesuai dengan karakteristik dan nilai bangsa Indonesia. Penyampaiannya ini berdasar atas hasil survei Nasional Centre For Strategic And International Studies (CSIS). Menunjukkan 79,3 % kaum milenial menonton siaran televisi setiap hari. hanya 3,3 persen milenial yang mengaku tidak pernah menonton televisi. Sementara 54,3 % milenial memilih media online sebagai sumber informasi. Adapun 27 persen mengaku tidak pernah mengandalkan media sosial dan bisa dijadikan pendidikan karakter sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari baik didalam kehidupan keluarga maupun di lingkungan sekolah maupun non formal. (yus)



