Connect with us

Bidik Nasional

Warga Pesanggaran Blokade Akses Menuju Tambang Emas Tumpang Pitu

JATIM

Warga Pesanggaran Blokade Akses Menuju Tambang Emas Tumpang Pitu

BANYUWANGI, JATIM, BN – Puluhan warga Desa Suberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi Selasa (8/1) sekitar pukul 21.30 wib kembali memblokade jalur yang dilalui kendaraan keluar masuk lokasi tambang emas di Gunung Tumpang pitu.

Sebanyak 7 unit kendaraan truck tronton bermuatan semen, dan BBM yang keluar dari lokasi tambang emas Tumpang  Pitu melalui jalan Sukamade dihadang dan dihentikan oleh warga dipertigaan Lowi.

Menurut warga, selama ini PT. Bumi Suksesindo (BSI) sebagai pengelola tambang dianggap tidak bertanggungjawab terhadap kerusakan yang ditimbulkan dan tidak bisa menunjukan surat rekomendasi pengunaan jalan.

Warga merasa selama ini kompensasi yang telah disetujui PT. BSI untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak akibat mobilisasi kendaraan berat yang keluar masuk lokasi tambang emas dianggap sangatlah minim dan kurang.

Janji PT BSI untuk segera memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak diakibatkan oleh kendaraan berat yang keluar masuk area tambang emas Tumpang Pitu hanyalah sebuah janji. Berbekal surat rekomendasi pengunaan jalan dari dinas Pekerjaan Umum (PU) Propinsi Jatim sebagai senjata mengalahkan argumen warga.

“janjinya jalan yang rusak diperbaiki, kenyataanya hanya tambal sulam, dan itu sangat lama baru terealisasi,” kata Yus Anang.

Menurut Yus Anang, Kendaraan yang keluar masuk melewati jalan desa setiap hari diperkirakan mencapai 20 unit terdiri Truck tronton dan truck sedang.

“ini sudah kelewatan, masa perusahaan tambang emas tidak mampu memenuhi kesepakatan, akhirnya banyak jalan yang ambles dan bergelombang, banyak terjadi kecelakaan,” kata Yus Anang yang juga dibenarkan seluruh warga yang sedang berkumpul.

Menanggapi hal tersebut kepala harian Obyek Vital Nasional (Ovitnas) Polda Jatim, Kompol Mustakim mengatakan jika yang berwenang terhadap persoalan rekomendasi penggunaan jalan adalah perusahaan. Namun surat rekomendasi penggunaan jalan itu sudah diberikan kepada camat untuk disampaikan kepada warga.

“Kalau saya tugasnya mengawal dan mengamankan kendaraan sampai di kecamatan Jajag saja, kalau tidak diperbolehkan dari pada benturan dengan warga ya saya suruh kembali aja ke tambang, ” kata Mustakim.

Mustakim juga menjelaskan jika truck tronton tersebut mengangkut logistik seperti BBM, semen dan lainya untuk keperluan perusahaan.

Dari pantauan Tim Bidik Nasional, sekitar pukul 22.30 wib Mustakim bersama anggota Polsek dan Koramil Pesanggaran melakukan mediasi. Namun karena mediasi tidak berhasil, kendaraan kendaraan truck tronton itu akhirnya dibawa kembali ke area tambang emas Tumpang Pitu. (rip).

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in JATIM

Trending

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
To Top