
Para penumpang keluar dari kapal melalui garbarata pada Juli 2023. (Foto: Ak/BN)
SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Simpang siur tudingan terhadap keberadaan alat garbarata di gedung Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) terminal Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung yang tidak dipergunakan selama bertahun-tahun, ternyata sudah lama difungsikan secara normal dan efektif oleh kapal-kapal penumpang domestik dan sejumlah kapal pesiar internasional.
Keberadaan alat berharga miliaran rupiah itu, semenjak tak tampak di mata publik dipergunakan sebagaimana peruntukannya, bahkan dikesankan menganggur dan hanya beberapa kali dipakai setelah ditinjau pada kesempatan pertama oleh Dahlan Iskan (sewaktu menjabat Menteri BUMN 2013, Red).
Akibatnya sempat memicu tudingan dari beberapa pihak, bahkan disorot dengan mengatakan keberadaan alat garbarata hanya buang-buang uang miliaran, mubazir, hingga dibiarkan rusak. Tetapi pihak Pelindo di Surabaya tidak mau merespon karena orang tidak melihat faktanya di lapangan dan Pelindo tidak merasa rugi.
Seperti membalikkan telapak tangan, bahwa fakta yang terjadi terhadap garbarata sekarang justru sebaliknya hingga dinikmati ratusan ribu sampai jutaan penumpang kapal laut dengan senang dan ceria berjalan di garbarata, anak-anak berlari gembira khususnya dari dan ke kapal Pelni yang sandar di dermaga Jamrud Utara.
Beberapa kali Wartawan Bidik Nasional melakukan pantauan pada penggunaan secara efektif dan aktif garbarata, ribuan penumpang kapal laut belum lama ini, khususnya dalam pelayanan arus mudik-balik hari Idul Adha 2023 dan liburan sekolah Juni – Juli 2023 dilakukan oleh pengelola gedung GSN di Terminal Jamrud Utara.
Terlihat ketika kapal penumpang Ciremai milik perusahaan Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan kapal Pelni lainnya menggunakan garbarata untuk menurunkan dan menaikkan para penumpang.
Mereka terlihat sangat senang dan santai berjalan di garbarata yang terhubung di kapal-kapal Pelni dengan garbarata di sisi utara gedung GSN. Para penumpang yang membawa koper roda terlihat berjalan dengan menarik kopernya diatas garbarata dari dan ke kapal dengan senang dan tersenyum-senyum, sehingga tak terlihat lagi penumpang yang memikul koper rodanya.
Pemakaian secara normal dan efektif juga dilakukan di tiga dari enam kapal pesiar dunia yang sandar di Jamrud Utara dalam Triwulan I/2023 semenjak penunjukan Dhany Rahmad Agustian sebagai kepala gedung GSN. Jadi jelasnya Pelindo Sub Regional Jawa di Tanjung Perak tak ingin lagi dituding garbarata nganggur, sia-sia dan lainnya.
Dhany Rahmad Agustian, ketika dikonfirmasi Wartawan media ini mengatakan, bahwa asumsi miring selama ini terkait keberadaan garbarata perlu diluruskan. “Sejak beberapa tahun ini garbarata difungsikan secara normal dan efektif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para penumpang kapal laut yang naik turun melalui Jamrud Utara dan terminal penumpang GSN”, ujar Dhany yang juga menjabat general manajer Terminal Kalimas, Pelindo Sub Regional Jawa di Tg.Perak Surabaya belum lama ini.
Menurut Dhany, tudingan pada garbarata tidak difungsikan itu mereka melihatnya pada saat para penumpang yang naik atau turun kapal tidak menggunakan garbarata yang terhubung dengan gedung GSN. “Tidak semua kapal penumpang bisa menggunakan garbarata. Ada yang bisa, karena pas alat itu dengan posisi pintu kapalnya”, jelas mantan GM Pelindo III Cabang Probolinggo di kantornya.
Selain itu, tandasnya, pada waktu kapal sandar di saat air pasang atau air surut bisa memungkinkan penggunaan garbarata, tergantung tepatnya hubungan antara pintu kapal penumpang dan garbarata.
“Ada juga kapal penumpang yang bisa menggunakan garbarata di saat air pasang atau surut. Yang jelas garbarata terus aktif berfungsi, buktinya beberapa kapal cruise bisa dihubungkan dengan garbarata”, papar mantan Kepala Humas Pelindo Cabang Tg.Perak.
Terkait garbarata difungsikan secara normal dan efektif, ujar Dhany, segala penilaian miring yang dimaksud, perlu diluruskan sehingga tidak lagi menilai yang berlebihan.
Laporan: Akarim
Editor: Budi Santoso



