JATIMSIDOARJO

BPJS Kesehatan Jelaskan 21 Jenis Layanan Tidak Ditanggung Program JKN

Kunjungan Direktur Teknologi dan Informasi BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum H.M. Mawardi, Kamis (26/06)/ Foto: ist

SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo terus tingkatkan pemahaman kepada peserta terkait jenis layanan kesehatan yang tidak di tanggung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib mengatakan bahwa masyarakat harus mengetahui 21 jenis layanan kesehatan yang tidak ditanggung oleh program JKN agar tidak ada kesalahpahaman saat berobat di fasilitas kesehatan baik di tingkat pertama maupun di tingkat lanjutan.

“21 jenis layanan kesehatan yang tidak ditanggung ini sudah diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 50 tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan. Jadi, masyarakat harus paham terkait regulasi tersebut agar tidak ada kesalahpamahan saat di fasilitas kesehatan,” ujar Munaqib saat mengikuti kegiatan kunjungan Direktur Teknologi dan Informasi BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum H.M. Mawardi pada kamis (26/06).

Ia juga menjelaskan, ada negative list atau daftar negatif untuk layanan tertentu yang tidak ditanggung oleh program JKN, diantaranya seperti pengobatan komplementer, alternatif, dan tradisional yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan serta layanan kecantikan atau kosmetik yang bertujuan untuk estetika. Selain itu, ada juga gangguan kesehatan atau penyakit akibat ketergantungan obat dan alkohol.

“Selain masyarakat, daftar negatif yang tidak ditanggung oleh JKN ini juga harus dipahami oleh seluruh fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Harapannya tentu agar masyarakat bisa lebih paham dan mengerti terkait dengan hal ini,” jelasnya.

Munaqib juga mengajak kepada seluruh fasilitas kesehatan yang bermitra dengan BPJS Kesehatan untuk terus secara aktif memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat terkait dengan daftar negatif ini. Karena menurutnya, peran dari fasilitas kesehatan itu sangat penting dan menjadi hal positif jika pihak fasilitas kesehatan berhasil melakukan pendekatan secara aktif kepada masyarakat untuk menyampaikan informasi.

“Kami akan berkolaborasi dengan seluruh fasilitas kesehatan mitra untuk memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat. Hal ini bertujuan agar tidak ada kesalahpahaman saat berada dilapangan,” ajaknya.

Diwaktu yang sama, Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) HM Mawardi, dokter Minarto mengatakan, pihaknya akan terus memberikan edukasi dan informasi kepada pasien yang berada di rumah sakit yang dipimpinnya tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa daftar negatif itu harus diketahui dan dipahami karena sangat fatal jika hal tersebut menjadi kesalahpahaman.

“Untuk pemberian edukasi dan informasi terkait daftar negatif ini sudah kami bekali kepada petugas yang berada di rumah sakit ini agar masyarakat bisa paham. Saya harap bahwa masyarakat bisa mengerti terkait dengan hal ini karena ini sudah menjadi ketentuan yang melekat,” harapnya.

Dirinya mengajak kepada pasien yang membutuhkan informasi maupun pengaduan bisa langsung menghubungi petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) yang berada di rumah sakit. Selain petugas PIPP, ada juga petugas BPJS Satu yang dari BPJS Kesehatan yang siap sedia memberikan informasi secara langsung dan detail.

“Untuk informasi kontak petugas PIPP dan BPJS Satu sudah kami sebar diseluruh sudut rumah sakit agar memudahkan pasien dalam mendapatkan informasi maupun pengaduan. Ini sebagai komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik terhadap pasien kami,” kata Minarto.

Diakhir Minarto mengajak kepada masyarakat untuk sama-sama memberikan informasi yang positif kepada masyarakat lainnya agar terhidar dari kesalahpahaman dan menjadi informasi yang tidak sesuai dengan kebenarannya.

“Mari kita sama-sama kawal program JKN ini dengan menyebarkan informasi positif. Kami pun akan terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat karena kepuasan pasien adalah prioritas kami,” tutupnya.

Laporan: red

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button