JATIMSURABAYA

Dijamin Penuh Oleh BPJS Kesehatan, Sulis Nikmati Kemudahan Pengobatan Jantung

Sulistiani (ist)

SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan komponen penting dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC), dengan memastikan setiap warga negara memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang adil dan bermutu tanpa menimbulkan risiko finansial. Sebagai seorang ibu rumah tangga yang mengandalkan pengobatan rutin, Sulistiani (67) mengaku bahwa Program JKN menjadi sandaran utama ketika kondisi kesehatannya mulai menurun.

“Sebelum terdaftar sebagai peserta JKN, setiap kali sakit mikir dulu untuk berobat ke dokter karena takut dikenakan biaya mahal, apalagi kalau memerlukan penanganan lanjutan di rumah sakit. Akibatnya, saya hanya bisa pasrah dan mengandalkan obat tradisional,” tutur Sulistyani saat ditemui di salah satu rumah sakti di Surabaya, Kamis (30/04).

Pada tahun 2018, ia terdaftar sebagai peserta PBPU dan BP Pemda. Sejak saat itu, ia mulai berani memeriksakan kesehatannya, dan berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui adanya gangguan pada fungsi jantung. Kondisi tersebut mengharuskannya menjalani kontrol rutin di Poli Jantung RSUD Haji Provinsi Jawa Timur.

“Hingga saat ini belum ada tindakan medis yang harus saya jalani. Namun, pada setiap kontrol rutin, dokter terus memantau kondisi jantung saya dan masih menganjurkan untuk mengonsumsi obat secara teratur. Sebagai perempuan yang sudah tidak mampu bekerja, saya bersyukur Program JKN sangat membantu menopang kehidupan saya,” kata Sulis.

Terlebih, ia tidak perlu memikirkan biaya iuran setiap bulan karena iurannya ditanggung oleh Pemerintah Kota Surabaya. Hal ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat secara menyeluruh.

“Dari tahun ke tahun, saya merasakan alur administrasi berobat menggunakan JKN semakin ringkas. Yang dulu harus membawa banyak berkas fotokopi, sekarang cukup menunjukkan KTP. Selain itu, adanya Aplikasi Mobile JKN turut membantu pengobatan saya menjadi lebih efisien melalui pemanfaatan fitur antrean online,” kata Sulis.

Sulis mengaku bahwa selama menjalani pengobatan rutin, tidak pernah terjadi keterlambatan pemberian obat dari rumah sakit yang mengharuskannya membeli obat secara mandiri. Besarnya manfaat yang ia terima selama menjadi peserta JKN membuatnya tidak ragu untuk mengajak warga sekitar bergabung dalam Program JKN.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak, termasuk Pemerintah Kota Surabaya, BPJS Kesehatan, serta fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dalam penyelenggaraan Program JKN. Saat ini, masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan mudah tanpa harus khawatir terhadap biaya yang besar,” ucap Sulis.

Ia berharap BPJS Kesehatan dapat terus konsisten membantu masyarakat karena keberadaannya sangat diperlukan dalam pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan. Selain itu, ia juga berharap pemerintah dapat terus menjaga keberlangsungan program ini agar masyarakat ekonomi menengah ke bawah seperti dirinya tetap dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa terbebani biaya. (red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button