
Kadindik Jatim Aries Agung Paewai (ist)
SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa pelantikan kepala sekolah(Kasek) merupakan bagian dari proses panjang pengisian jabatan yang telah diusulkan sejak beberapa waktu lalu.
Hal itu disampaikan Aries saat menghadiri pelantikan 65 Kasek oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Rabu(3/6) di Gedung Negara Grahadi.
Awalnya, lanjut Aries, terdapat 88 nama yang diajukan untuk mendapatkan persetujuan. Namun setelah melalui proses evaluasi di kementerian dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), hanya 65 orang yang dinyatakan memenuhi syarat dan siap dilantik.
“Dari total 88 usulan, yang dapat dilantik hari ini sebanyak 65 orang. Ada sekitar 23 yang belum bisa dilantik karena terkendala aturan, terutama terkait masa jabatan kepala sekolah yang sudah mencapai dua periode,” jelas Aries.
Ia menerangkan bahwa ketentuan dalam regulasi pendidikan mengatur seorang kepala sekolah hanya dapat menjabat selama dua periode, dengan masing-masing periode berlangsung empat tahun.
Dari 65 pejabat yang dilantik, sebanyak 30 orang merupakan guru yang mendapatkan promosi menjadi kepala sekolah setelah melalui proses seleksi dan evaluasi.
Sementara sisanya merupakan hasil rotasi dan mutasi untuk penyegaran organisasi serta peningkatan kinerja satuan pendidikan.
“Promosi ini diberikan kepada guru-guru yang telah memenuhi syarat dan menunjukkan kompetensi kepemimpinan. Selain itu ada rotasi dan mutasi yang juga menjadi bagian dari mekanisme reward dan punishment,” ujarnya.
Aries menegaskan bahwa seluruh kepala sekolah yang dilantik telah menandatangani komitmen integritas dan diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, kualitas kepemimpinan kepala sekolah memiliki pengaruh langsung terhadap peningkatan mutu pendidikan, baik bagi guru maupun peserta didik.
“Kami ingin kepala sekolah tidak hanya menjadi figur administratif, tetapi benar-benar menjadi pemimpin pendidikan yang mampu meningkatkan kualitas sekolah yang mereka pimpin,” katanya.
Meski demikian, Dinas Pendidikan Jawa Timur mengakui masih terdapat sejumlah jabatan kepala sekolah yang belum terisi secara definitif.
Aries memperkirakan masih ada sekitar 30 posisi kepala sekolah di berbagai daerah yang saat ini dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).
Kekosongan tersebut terjadi karena adanya kepala sekolah yang memasuki masa pensiun hampir setiap bulan.
“Masih ada sekitar 30 jabatan yang kosong dan sementara diisi oleh Plt. Proses pengusulan sudah kami lakukan kembali dan saat ini menunggu tahapan administrasi di kementerian serta BKN,” ungkapnya.
Ia berharap proses penerbitan surat keputusan dapat segera selesai mengingat para kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar, terutama dalam menghadapi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. (dji)


