BANJARJABAR

Pengendali Banjir Sungai Cikawung Mulai Dibangun, Harapan Warga Sidasari dan Mekarsari Jadi Kenyataan

BANJAR, BIDIKNASIONAL.com – Harapan masyarakat Desa Sidasari dan Desa Mekarsari, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, untuk terbebas dari ancaman banjir Sungai Cikawung kini mulai menjadi kenyataan.

Pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy mulai melaksanakan proyek pembangunan pengendali banjir yang didanai dari APBN dengan nilai kontrak lebih dari Rp13 miliar.

Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Badia Karya sebagai pemenang kontrak. Saat ini pekerjaan telah berlangsung di lapangan dan diharapkan mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun terdampak banjir, longsor bantaran sungai, dan erosi.

Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan tembok penahan tanah (TPT) dan penguatan tebing Sungai Cikawung untuk mencegah longsor, serta pemasangan konstruksi bronjong pada sejumlah titik yang dinilai rawan gerusan arus sungai. Penanganan dilakukan sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer yang mencakup wilayah Desa Sidasari dan Desa Mekarsari, Kecamatan Cipari.

Pembangunan ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat di kawasan rawan bencana sekaligus menjaga infrastruktur dan lahan pertanian yang selama ini kerap terdampak luapan Sungai Cikawung.

Realisasi proyek ini juga tidak terlepas dari perjuangan dan pengawalan Anggota komisi V DPR RI Fraksi Gerindra ,Dr. Hj. Novita Wijayanti yang terus memperjuangkan aspirasi masyarakat agar penanganan Sungai Cikawung dapat masuk dalam program prioritas pemerintah pusat.

Masyarakat menyambut baik dimulainya pembangunan tersebut. Warga berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai spesifikasi teknis, serta mendapat pengawasan yang maksimal sehingga kualitas bangunan benar-benar terjamin dan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi risiko banjir di wilayah Kecamatan Cipari.

Dengan terealisasinya proyek ini, masyarakat optimistis ancaman banjir yang selama ini menghantui setiap musim hujan dapat diminimalkan. Kehadiran infrastruktur pengendali banjir diharapkan tidak hanya melindungi permukiman warga, tetapi juga menjaga produktivitas lahan pertanian serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di sepanjang aliran Sungai Cikawung. (ASEP SUJANA)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button