JATIMSURABAYA

Sinergi TASBIH JKN, Ulama dan Da’i Perkuat Edukasi dan Gotong Royong

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto (tengah), didampingi Wakil Ketua MUI sekaligus Ketua Dewan Pengawas Syariah BPJS Kesehatan, Dr. H. M. Cholil Nafis, Lc., M.A., bersama jajaran MUI dan BPJS Kesehatan memberikan keterangan kepada awak media usai pembukaan kegiatan Transformasi Awareness dan Sinergi Bersama Insan Dakwah JKN (TASBIH JKN) di Surabaya, Senin (29/6/2026). Foto: dok. red

SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Senin 29 Juni 2026, BPJS Kesehatan memperkuat sinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan MUI Jawa Timur melalui kegiatan Transformasi Awareness dan Sinergi Bersama Insan Dakwah JKN (TASBIH JKN).

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui peran strategis para dai dan daiyah sebagai penyampai informasi yang benar kepada masyarakat.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, mengatakan Program JKN merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada bidang pembangunan sumber daya manusia dan kesehatan.

“Hingga 31 Mei 2026, jumlah peserta JKN telah mencapai 285,25 juta jiwa atau 98,94 persen dari total penduduk Indonesia, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 82,78 persen. Capaian tersebut menunjukkan semangat gotong royong masyarakat Indonesia masih menjadi kekuatan utama dalam mendukung keberlangsungan Program JKN,” ujarnya.

Menurut Akmal, masih terdapat tantangan berupa kesenjangan pemahaman masyarakat, belum meratanya akses informasi, serta pemanfaatan layanan digital yang belum optimal. Karena itu, BPJS Kesehatan membutuhkan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk para ulama, dai, dan daiyah.

“Melalui TASBIH JKN, kami ingin membangun gerakan bersama agar insan dakwah menjadi Garda Terdepan JKN dalam menyampaikan informasi yang benar, membangun kesadaran hidup sehat, serta mengajak masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai peserta JKN,” katanya.

Akmal menambahkan, Program JKN dibangun dengan prinsip gotong royong, di mana peserta yang sehat membantu peserta yang sedang sakit, sementara peserta yang mampu turut membantu masyarakat yang kurang mampu.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa JKN bukan hanya perlindungan kesehatan, tetapi juga bentuk solidaritas sosial dan kepatuhan terhadap regulasi,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MUI sekaligus Ketua Dewan Pengawas Syariah BPJS Kesehatan, M. Cholil Nafis, menegaskan bahwa Program JKN sejalan dengan nilai-nilai syariat Islam.

Menurutnya, menjaga kesehatan merupakan bagian dari tujuan syariah (maqashid syariah) dalam menjaga jiwa (hifz an-nafs), sedangkan membayar iuran JKN merupakan bentuk tolong-menolong yang memiliki nilai ibadah.

“Kami ingin memastikan bahwa Program JKN sesuai dengan syariat Islam sehingga umat Islam perlu mendukung program pemerintah yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih banyaknya pekerja sosial keagamaan seperti takmir masjid, ustaz, guru pesantren, hingga pengurus organisasi keagamaan yang belum memperoleh perlindungan jaminan kesehatan.

Cholil Nafis mengungkapkan, MUI tengah menyiapkan fatwa yang mendorong lembaga zakat dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk membantu pembayaran iuran JKN bagi kelompok masyarakat rentan yang belum terlindungi.

“Kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara dan menjadi salah satu indikator utama kemajuan bangsa selain pendidikan dan ekonomi,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang diwakili Asisten III Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Bidang Administrasi Umum, Akhmad Jazuli, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan TASBIH JKN.

Menurutnya, kegiatan tersebut mampu mengetuk kesadaran masyarakat bahwa kepesertaan JKN bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari ibadah sosial yang mencerminkan semangat saling tolong-menolong.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung penuh kegiatan TASBIH JKN karena mampu memperkuat kesadaran masyarakat bahwa Program JKN merupakan bagian dari nilai-nilai ibadah dan gotong royong,” ujarnya. (red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button