
Kegiatan pemasangan pipa yang dilakukan oleh pegawai Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang. (Foto : Nino Wiwantara)
KAB.MALANG, BIDIKNASIONAL.com – Program Pemerintah Kabupaten Malang terus dijalankan terkait pentingnya air bersih, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Perumda Tirta Kanjuruhan untuk terus melakukan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Malang. Di tahun 2026 ini, Perumda Tirta Kanjuruhan tersebut akan melakukan penambahan pelayanan penyediaan air bersih untuk 5.000 pelanggan.
Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi membeberkan, luasan daerah Kabupaten Malang yang cukup besar dan geografis wilayah yang berbeda-beda beda layanan penyedia air bersih masih belum merata. Jika dilihat dari total penduduk Kabupaten Malang di tahun 2025 yang mencapai sekitar 2,7 juta, maka pelayanan Perumda Tirta Kanjuruhan untuk memenuhi kebutuhan air minum masih sekitar 23,13 persen.
“Tahun ini kami menarget ada tambahan 5.000 pelanggan lagi. Sesuai dengan MoU kami dengan Pemkab Malang, insya Allah bisa melebihi target,” ungkapnya, Selasa, (30/6).
Diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, jumlah pelanggan Perumda Tirta Kanjuruhan di tahun 2025, telah mencapai 156.186 Sambungan Rumah (SR). Dengan perkiraan per-rumah terdapat empat penghuni, sehingga jumlah penduduk terlayani sebanyak 624.744 jiwa.
Syamsul mengatakan, penambahan pelayanan tersebut akan mengembangkan sistem pengolahan air minum (SPAM) Kaligoro. Dengan target pelanggan darat mencangkup dua kecamatan, yakni Sumbermanjing Wetan dan Gedangan.
“Berdasar data yang kami siapkan, ada kurang lebih sekitar 8.000 SR, tetapi kami lakukan secara bertahap. Jadi tidak semua langsung kami layani,” tuturnya.
Namun, untuk melakukan pemasangan sambungan pipa agar bisa mengalirkan air ke masyarakat diperhitungkan anggaran yang dibutuhkan kurang lebih mencapai Rp 26 miliar. Mengingat lokasi tersebut berada di pelosok desa, setiap rumah warga memiliki jarak yang cukup jauh antara 100-200 meter dan tidak mengumpul di satu zona. Sehingga butuh jaringan yang lebih panjang dibanding perumahan yang padat penduduk.
“Pembangunan jaringan utama SPAM Kaligoro itu sudah selesai. Saat ini tinggal distribusi kepada masyarakat yang butuh biaya besar,” pungkasnya. (NN)



