Ulama Bojonegoro Dilibatkan Sebarkan Edukasi JKN hingga Tingkat Desa

BOJONEGORO, BIDIKNASIONAL.com – Informasi mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak lagi hanya disampaikan melalui fasilitas kesehatan atau kanal resmi pemerintah. Kini, BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro agar edukasi mengenai JKN dapat menjangkau masyarakat melalui para tokoh agama.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pemberian Informasi Langsung (PIL) yang digelar di Kantor MUI Kabupaten Bojonegoro, Rabu (22/7). Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum MUI Kabupaten Bojonegoro KH. Alamul Huda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro Amanulloh, jajaran pengurus MUI kecamatan, serta para kiai, bu nyai, dan tokoh agama dari berbagai wilayah di Bojonegoro.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Wahyu Giyanto, mengatakan tokoh agama memiliki posisi yang dekat dengan masyarakat sehingga mampu menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi mengenai Program JKN.
“Tokoh agama merupakan figur yang dipercaya masyarakat. Melalui mereka, informasi mengenai hak dan kewajiban peserta, prosedur pelayanan, hingga manfaat Program JKN dapat disampaikan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami,” ujar Wahyu.
Menurutnya, keberhasilan Program JKN tidak hanya ditentukan oleh kualitas layanan kesehatan, tetapi juga oleh pemahaman masyarakat terhadap mekanisme dan manfaat program tersebut. Karena itu, BPJS Kesehatan terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar informasi yang benar dapat diterima masyarakat secara luas.
Ketua Umum MUI Kabupaten Bojonegoro, KH. Alamul Huda, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai penyampaian informasi kepada masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dilakukan melalui berbagai ruang, termasuk kegiatan keagamaan.
“Para pengurus MUI, takmir masjid, majelis taklim, hingga tokoh agama yang berada di tengah masyarakat memiliki kesempatan untuk menyampaikan informasi yang bermanfaat. Harapannya, masyarakat semakin memahami layanan yang menjadi hak mereka,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Amanulloh, menilai sinergi lintas lembaga menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan literasi masyarakat, termasuk di bidang kesehatan.
“Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat. Penyuluh agama dan tokoh agama memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang benar sekaligus membangun kepedulian masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kesehatan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi tersebut, BPJS Kesehatan berharap edukasi mengenai Program JKN dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Dengan melibatkan tokoh agama yang setiap hari berinteraksi langsung dengan warga, informasi mengenai layanan JKN diharapkan tidak hanya lebih luas penyebarannya, tetapi juga lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (*/red)



