
Gabriel Nathanael (22) Peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (Foto: istimewa)
MALANG, BIDIKNASIONAL.com – Masih banyak peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang belum memahami secara utuh mekanisme rujukan BPJS Kesehatan. Padahal, sistem rujukan merupakan bagian penting dalam memastikan pelayanan kesehatan berjalan efektif, terstruktur, dan sesuai kebutuhan medis peserta.
Sistem rujukan dalam Program JKN pada dasarnya dimulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas, klinik, atau dokter praktik perorangan. Peserta akan mendapatkan pemeriksaan awal dan penanganan sesuai kompetensi FKTP. Jika kondisi medis membutuhkan penanganan lanjutan, barulah peserta dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan.
Hal ini dirasakan langsung oleh Gabriel Nathanael (22) Peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah yang sedang melaksanakan studi di Kota malang. Ia mengaku sempat mengira bahwa peserta BPJS Kesehatan bisa langsung berobat ke rumah sakit tanpa melalui proses rujukan.
“Awalnya saya pikir bisa langsung ke rumah sakit. Ternyata memang ada alurnya, dan itu justru bikin pelayanan lebih tertata,” ujar Baba panggilan sehari-harinya.
Menurutnya, sistem rujukan membantu peserta mendapatkan layanan yang tepat sesuai kondisi kesehatan. Dengan pemeriksaan awal di FKTP, pasien bisa mengetahui apakah keluhannya dapat ditangani di tingkat pertama atau memerlukan penanganan lanjutan.
“Kalau memang bisa ditangani di faskes pertama, kita tidak perlu ke rumah sakit. Tapi kalau butuh penanganan lanjutan, rujukannya juga jelas,” jelas Baba.
Ika menilai, pemahaman yang baik tentang rujukan BPJS Kesehatan penting agar peserta tidak salah langkah dan terhindar dari kesalahpahaman saat mengakses layanan kesehatan.
“Menurut saya, penting banget tahu aturan rujukan. Jadi kita tidak bingung dan tidak menyalahkan layanan kalau ternyata prosedurnya memang harus dilalui,” tambahnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih aktif mencari informasi seputar Program JKN, termasuk mekanisme rujukan, agar dapat memanfaatkan layanan kesehatan secara optimal.
Melalui pemahaman fakta seputar rujukan BPJS Kesehatan, diharapkan peserta JKN semakin bijak dan siap dalam mengakses layanan kesehatan. Dengan mengikuti alur pelayanan yang telah ditetapkan, peserta tidak hanya mendapatkan pelayanan yang tepat, tetapi juga turut mendukung keberlangsungan sistem JKN agar dapat terus melayani seluruh masyarakat secara berkelanjutan.
“Kalau kita sudah paham alur rujukan BPJS Kesehatan, semuanya jadi lebih jelas dan tidak membingungkan. Kita tahu harus mulai dari faskes pertama, kapan perlu dirujuk, dan bagaimana prosedurnya,” ujar Ika. “Dengan mengikuti aturan yang ada, pelayanan jadi lebih lancar dan kita sendiri yang merasakan manfaatnya,” tutup Baba. (rn/gt/red)



