
Kades Labruk Lor, H. Abdullah, memberikan sambutan di hadapan warga. fampak hadir di meja utama, Sekcam Kecamatan Lumajang (kaus merah), Danramil 0821-01/Kota Lumajang, dan Kapolsek Lumajang Kota Iptu Zainul Abidin (dok. foto: SON)
LUMAJANG, BIDIKNASIONAL.com – Kawasan Dusun Jurang Mangu, Desa Labruk Lor, bergemuruh oleh sorak-sorai ribuan warga yang memadati jalan pada perayaan karnaval hari Sabtu (29/08/26). Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa luar biasa di Desa Labruk Lor, Dusun Jurang Mangu, Kec. Lumajang.
Dimulai pukul 16.00 WIB, rute karnaval dimulai dari Dusun Jurang Mangu dan berakhir (finish) di Perum Amanda Regency, dengan tema “SRAWUNG BUDOYO”.
Penampilan tidak sekadar pawai keliling, melainkan sebuah pertunjukan teatrikal berjalan yang dikemas dengan sangat meriah. Para peserta menggunakan kostum megah yang memadukan kain tradisional dengan ornamen detail yang sangat luar biasa, menghidupkan kembali karakter-karakter kerajaan dan nuansa magis kehidupan kerajaan-kerajaan Jawa dahulu.
Sepanjang rute, tim penari tidak hanya memamerkan pakaian, tetapi juga secara aktif menceritakan kisah-kisah zaman kerajaan dahulu kepada masyarakat untuk mengingatkan pada perjuangan masa lalu.
Karnaval di Desa Labruk Lor dimulai dari Dusun Jurang Mangu, melewati rute depan Balai Desa Labruk Lor, sampai berakhir di depan Perum Amanda Regency. UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) setempat juga ikut hidup karena masyarakat sekitar ikut berjualan, mulai dari makanan hingga minuman.
Dalam sambutannya, Kades Labruk Lor, H. Abdullah, menyampaikan permohonan maaf terlebih dahulu. “Karena kepada para pedagang, saya geser semuanya. Kalau tidak, akan sangat mengganggu jalannya karnaval tersebut karena jalan di Dusun Jurang Mangu sempit, harap dimaklumi. Dan juga untuk peserta, di beberapa RT dan RW ada orang sakit. Jadi, pas kalau sampai di sana, volume dikecilkan atau sound system dimatikan. Setelah lewat, bisa dihidupkan lagi,” ujarnya.

Penampilan penuh semangat dari peserta parade drumband saat melintasi rute karnaval memperingati HUT ke-81 RI di Desa Labruk Lor (dok. foto: SON)
Selain itu ditambahkan, “Untuk peserta karnaval harus ada penarinya, jangan cuma sound system saja, tidak boleh. Karena di sini saya sudah menyiapkan tim penilai/juri dari sarjana kesenian yang seluruhnya berjumlah 3 orang untuk menilai dan memantau semua kegiatan HUT RI”.
H Abdullah berharap, warga bisa melestarikan budaya nusantara kita dan juga bisa menjaga nama baik Desa Labruk Lor. Untuk ke depannya, semoga bisa lebih baik dan lebih meriah lagi.
“Sebelum menutup sambutan ini, sekali lagi saya memohon maaf sebesar-besarnya, terutama untuk warga yang berada di Dusun Jurang Mangu yang merasa terganggu dengan acara ini. Tak lupa juga saya mengucapkan terima kasih kepada semua warga, tim keamanan dari TNI, POLRI, dan juga pihak yang mendukung sampai terlaksananya acara karnaval dengan mengusung tema ‘SRAWUNG BUDOYO’ ini,” jelas Kades H. Abdullah. (SON)


