Program COMET-READY FK UPN “Veteran” Jawa Timur Dorong Kesiapsiagaan Risiko Metabolik dan Bencana untuk Mendukung SDG 3 dan 11

Tim Pengabdian Masyarakat memperkenalkan Sabuk Sehat Nusantara sebagai Inovasi pendukung program COMET-READY untuk membantu pemantauan lingkar perut dan meningkatkan kesadaran terhadap risiko obesitas serta penyakit metabolik (Foto: istimewa)
BANGKALAN, BIDIKNASIONAL.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat yang diketuai oleh Prof. dr. Hj. Rika Yuliwulandari, M.Hlt.Sc., M.MB., Ph.D., Sp.KKLP., Subsp.FOMC melaksanakan program COMET-READY (COmmunity METabolic REAdiness for Disaster): Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Komunitas melalui Monitoring Risiko Obesitas dan Penyakit Metabolik di Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Madura. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai risiko obesitas dan penyakit metabolic sekaligus memperkuat kesiapsiagaan kesehatan dalam menghadapi situasi bencana.
Salah satu kegiatan utama COMET-READY adalah edukasi mengenai kesiapsiagaan penyakit metabolik pada situasi bencana. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali faktor risiko penyakit metabolik, menjaga kondisi kesehatan, serta melakukan pemantauan secara berkala. Edukasi juga menekankan bahwa pada kondisi bencana, masyarakat dengan penyakit metabolik maupun faktor risikonya memerlukan perhatian khusus karena akses terhadap pelayanan kesehatan, obat-obatan, makanan, maupun kebutuhan kesehatan lainnya dapat mengalami keterbatasan.
Hal menarik dalam kegiatan ini adalah pengenalan dan demonstrasi Sabuk Sehat Nusantara, karya inovatif Fakultas Kedokteran UPN “Veteran” Jawa Timur yang dirancang untuk membantu masyarakat melakukan pemantauan lingkar perut secara lebih mudah dan mandiri Berbeda dengan alat ukur lingkar perut biasa, Sabuk Sehat Nusantara dilengkapi dengan angka dan penanda warna yang membantu pengguna mengetahui kategori hasil pengukurannya. Penanda tersebut dibedakan berdasarkan jenis kelamin, sehingga pengguna dapat secara langsung mengenali apakah ukuran lingkar perutnya masih berada dalam kategori normal atau telah mengarah pada obesitas sentral.
Dalam kegiatan COMET-READY, tim FK UPNVJT tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga melakukan demonstrasi penggunaan Sabuk Sehat Nusantara secara langsung. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai cara menggunakan sabuk, membaca angka dan warna, serta memahami arti hasil pengukuran sesuai jenis kelamin masing-masing. Melalui pendekatan tersebut, Sabuk Sehat Nusantara diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur, tetapi juga menjadi media edukasi kesehatan yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat. Inovasi ini diharapkan dapat mendorong kebiasaan melakukan pemantauan lingkar perut secara mandiri sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko obesitas dan penyakit metabolic.
“Melalui COMET-READY, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai risiko penyakit metabolik, tetapi juga diperkenalkan dengan cara sederhana untuk melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri. Inovasi seperti Sabuk Sehat Nusantara diharapkan dapat membuat pesan kesehatan menjadi lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari” ujar Prof. Rika.
Menurutnya, pengembangan inovasi yang aplikatif menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.
“Kesiapsiagaan bencana juga harus mencakup kesiapan kesehatan. Ketika masyarakat mengenali faktor risikonya sejak dini, mereka dapat melakukan langkah pencegahan dan mempersiapkan kebutuhan kesehatannya dengan lebih baik ketika menghadapi kondisi darurat maupun bencana.” Ujar Prof. Rika.
Program COMET-READY turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 3: Good Health and Well-Being, khususnya melalui upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit tidak menular dan pengelolaan faktor risiko kesehatan. Program ini juga mendukung SDG 11: Sustainable Cities and Communities melalui penguatan kapasitas komunitas agar lebih siap dan tangguh dalam menghadapi risiko bencana. Melalui kombinasi edukasi serta penerapan Sabuk Sehat Nusantara, FK UPN “Veteran” Jawa Timur berharap masyarakat semakin mampu mengenali risiko kesehatannya dan menjadikan pemantauan kesehatan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi bencana. Program COMET-READY juga diharapkan menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara pendidikan tinggi, inovasi kesehatan, dan pemberdayaan komunitas untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan tangguh terhadap bencana. (ADV)



