
Prof. dr. Rika Yuliwulandari, M.Hlt.Sc., M.M., Ph.D., Sp.KKLP, Subsp. FOMC menandatangani PKS bersama pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Soko, Menang, Kediri (foto: dokumentasi kegiatan)
KEDIRI, BIDIKNASIONAL.com – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pondok Pesantren Miftahul Huda Soko, Desa Menang, Kediri pada 31 Oktober 2026 beberapa hari lalu. Kegiatan bertema implementasi keluarga siaga ini memadukan edukasi kesehatan dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Tim FK UPN “Veteran” Jawa Timur memberikan materi edukasi kepada santri didukung oleh BPBD Jawa Timur melalui tim MOSIPENA.
“Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari lingkungan pesantren. Para santri merasakan manfaatnya dalam menambah pemahaman tentang kesehatan dan kesiapsiagaan bencana “, jelas Dekan FK UPN Veteran Jatim, Prof. dr. Rika Yuliwulandari, M.Hlt.Sc.,M.M., Ph.D., Sp.KKLP, Subsp. FOMC kepada wartawan BN.com. Lebih lanjut dikatakan, kegiatan tersebut diharapkan berguna dalam kehidupan di pesantren maupun saat mereka kembali bersama keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian dipimpin langsung oleh Prof. Rika. Beliau hadir bersama dr. Aulia Fahira, M.Biomed, 19 mahasiswa FK UPN Veteran Jawa Timur, dan satu tenaga kependidikan. Keterlibatan mereka mempertemukan unsur dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan dalam satu kegiatan pengabdian.
“Bagi mahasiswa kedokteran, kunjungan ini menjadi kesempatan mengenal masyarakat secara langsung. Lingkungan pesantren memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari ruang kuliah. Mereka dapat melihat pentingnya menyesuaikan komunikasi dengan masyarakat yang dilayani. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk membangun kepekaan sebagai calon dokter, ” papar Bu Dekan yang akrab disapa Prof Rika ini.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Dekan FK UPN Veteran Jatim Prof. dr. Rika Yuliwulandari menandatangani dokumen kerjasama bersama pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Soko.
“Penandatanganan ini menjadi bagian dari hubungan kerja sama antara pihak kampus dan pesantren. Pertemuan tersebut memberi ruang untuk membangun komunikasi yang lebih dekat. Bagi kegiatan pengabdian, hubungan dengan mitra merupakan bagian penting dari keberlanjutan program. Kebutuhan pesantren dapat menjadi perhatian dalam pengembangan kegiatan berikutnya. Kerja sama ini diharapkan membuka kesempatan bagi kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan santri. Harapannya, manfaat pertemuan dapat terus dirasakan setelah acara selesai,” papar Prof Rika.
Dalam acara tersebut, Prof. Rika turut memberikan sambutan dan edukasi kepada para santri. Kehadiran beliau menjadi bagian dari penyampaian materi oleh tim FK UPN “Veteran” Jawa Timur. Edukasi kesehatan di pesantren memiliki kaitan erat dengan keseharian para peserta. Santri tinggal dan menjalani berbagai aktivitas bersama. Kepedulian terhadap kesehatan diri karena itu perlu disertai perhatian kepada lingkungan sekitar. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan membantu mereka membangun kebiasaan yang lebih baik. Pemahaman tersebut juga dapat dibagikan kepada teman. Ketika pulang, santri dapat membawa bekal yang sama kepada keluarganya. Dengan demikian, pesantren memiliki peluang untuk turut menyebarkan kesadaran hidup sehat kepada masyarakat.

Suasana kegiatan kesehatan bagi santri dan praktik pertolongan dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana. Foto: dokumentasi kegiatan
Materi kesiapsiagaan bencana disampaikan oleh tim FK UPN Veteran Jawa Timur dan BPBD Jawa Timur melalui tim MOSIPENA. Bagian ini melengkapi edukasi kesehatan dari tim fakultas kedokteran. Kegiatan juga mencakup praktik pertolongan dalam situasi darurat. Melalui praktik, peserta mendapat kesempatan belajar dari contoh yang dapat dilihat langsung. Pengetahuan kebencanaan menjadi lebih dekat dengan situasi yang mungkin dihadapi.
Kesiapsiagaan sendiri perlu dibangun sebelum keadaan darurat terjadi. Persiapan tersebut membutuhkan perhatian bersama. Di pesantren, kepedulian kepada keselamatan teman menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat. Bekal dari kegiatan ini diharapkan membantu santri memahami pentingnya kesiapan tersebut. Kesehatan dan keselamatan pun menjadi dua hal yang saling melengkapi dalam program keluarga siaga.
Kegiatan ini turut dihadiri LPBI wilayah Jawa Timur beserta BAGANA, BAKALA, dan LAZISNU. Kehadiran berbagai unsur tersebut menambah dukungan bagi pelaksanaan pengabdian. Perguruan tinggi membawa kontribusi melalui pendidikan dan pengetahuan kesehatan. Unsur penanggulangan bencana hadir dengan materi kesiapsiagaan. Pesantren menjadi mitra sekaligus lingkungan tempat kegiatan berlangsung. Pertemuan ini membuka ruang komunikasi di antara pihak-pihak yang hadir. Masing-masing memiliki pengalaman yang dapat memperkaya kerja bersama. Kebersamaan tersebut diharapkan membantu pengembangan kegiatan yang sesuai kebutuhan masyarakat. Upaya membangun pesantren yang sehat memerlukan keterlibatan banyak pihak. Begitu pula dengan upaya menumbuhkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dukungan yang terjalin dalam kegiatan ini menjadi modal untuk melanjutkan keduanya.
Bagi para santri, manfaat kegiatan terasa pada bertambahnya pemahaman tentang kesehatan dan kesiapsiagaan bencana. Keduanya berkaitan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Pengetahuan kesehatan membantu menumbuhkan kepedulian terhadap diri sendiri. Bekal kesiapsiagaan mengingatkan pentingnya persiapan menghadapi keadaan darurat. Penerapannya dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Di pesantren, santri dapat saling mengingatkan dan berbagi pengetahuan. Di rumah, mereka dapat menceritakan kembali hal-hal yang dipelajari. Perubahan kebiasaan tentu membutuhkan waktu. Karena itu, semangat keluarga siaga diharapkan terus dipelihara setelah kegiatan berakhir. Sambutan baik dari pesantren menjadi dukungan bagi harapan tersebut. Bagi FK UPN “Veteran” Jawa Timur, pengabdian ini merupakan bagian dari kontribusi Kampus Bela Negara kepada masyarakat. Dari Desa Menang, kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan diharapkan tumbuh melalui pesantren dan keluarga. (wot)



