
Persiapan acara gebyar PAUD (Foto. dok: Ashar/bidiknasional.com)
NGAWI, BIDIKNASIONAL.com – Meriah di pagi yang ceria, Rabu (4/11) berbeda dengan hari-hari biasa di halaman Pendopo Kabupaten terlihat anak-anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan TK (Taman Kanak-Kanak) didampingi para orang tua nya se-Kabupaten Ngawi memenuhi halaman Pendopo Wedya Graha.
Sambutan ketua panitia yang disampaikan oleh Kabul Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, bahwa kegiatan paud yang biasanya dilaksanakan setiap tahunnya di alun-alun karena tahun ini ada kegiatan POPDA maka Gebyar Paud Tahun 2026 diadakan di halaman Pendopo Wedya Graha Ngawi.
“Maksud dan tujuan diadakan ini adalah yang pertama untuk memperkuat karakter dan kreatifitas anak-anak PAUD,” kata Kabul dalam penyampaiannya.
Lanjut Kabul, yang pertama yang kedua adalah memperkokoh hubungan pemerintah daerah dengan lembaga pendidikan PAUD tetap sejalan dan seirama dan yang ke tiga yaitu, menyenjukan bahwa sekolah itu aman dan nyaman bagi anak didik atau pendidik yang dilingkungan Kabupaten Ngawi.
H. Ony Anwar Harsono, S.T, M.H sebagai Bupati Ngawi beserta Ibu menghadiri Gebyar PAUD 2026, tampak hadir pula Kabul Tunggul Winarno, S.IP Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngawi dan lain nya.
Pembukaan Gebyar PAUD di isi dengan hiburan acara tari-tarian membuat khusus para anak siswa Paud dan TK se-kabupaten Ngawi sangat terhibur meskipun sinar pagi mulai menerpanya.

Sambutan ketua Panitia Pelaksana yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ngawi (Foto. dok: Ashar/bidiknasional.com)
Sambutan sebagai pengarahan, Ony Bupati Ngawi menyampaikan bahwa pendidikan Usia Dini merupakan pembinaan atau karakter yang berkesinambungan dalam arti pengadaan atau gelar gebyar tahunan ini bukan hanya secara seremonial saja dalam arti hanya menggugurkan kewajiban saja.
“Memberikan dasar pembinaan ataupun pembentukan karakter secara konsisten kepada pendidikan anak usia dini maka mereka akan menerima secara diam dalam menempuh pendidikan lebih lanjut. Anak-anak usia di bawah 5 tahun, mereka butuh mengekspresikan diri, senang dan gembira, sehingga kita hanya menstimulasinya bagaimana koordinasi otak kiri & kanan bisa berjalan secara haromonis,” kata Bupati.
Lanjut beliau pula, Otak kanan secara emosi bagaimana pola-pola bisa dijalankan kemudian bisa dijalankan dan otak kiri lebih detail untuk bisa melihat segala sesuatunya dengan datar dan ini membutuhkan waktu secara periodik.
“Tidak harmonisnya otak kanan dan kiri, maka akan terjadi kecenderungan ada anak belajar terus namun sosialisasi dan empati kurang dan bila otak kanan saja, maka anak tersebut anak tersebut hanya bermain dan atau mainnya saja, sehingga bagaimana cara nya pembinaan otak kanan dan kiri nya bisa harmonis dan selaras,” pungkasnya. (Ashar)



