JATIM

DISPENDUKCAPIL JANGAN BIKIN REPOT

Contoh e-KTP & Suket dengan isi kalimat di dalamnya

SURABAYA, JATIM, BN – Besarnya anggaran program pengadaan Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) bagi warga Surabaya pada khususnya di rasa belum maksimal.  Pada kebanyakan masyarakat masih ada yang belum memiliki KTP berbasis elektronik (e-KTP).

Mereka mengeluhkan kesulitan yg hampir sama. Membuat e-KTP karena sudah berbulan-bulan mengurusnya, mondar mandir namun belum juga menerima apa yang di harapkan.

Ketua Aliansi Masyarakat Miskin Kota (AMMK)  Budi Santoso mengatakan, bahwa pelayanan prima kepada warga adalah harga Mati. Sesuai slogannya ” melayani sepenuh hati “. Janganlah mereka di buat hilir mudik dengan urusan pembuatan KTP.

Jika perekaman harus di ulang ulang, apa yang di kerjakan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) selama ini.? Masyarakat juga manusia, yang mana memiliki kewajiban bekerja untuk keluarganya.

Salah satu sumber adalah warga Sukolilo Surabaya Munif (38),  mengatakan dirinya sudah sejak tahun lalu mengurus pembuatan e-KTP di kelurahan, namun sampai sekarang belum juga ada progresnya.

“Pembuatan e-KTP bisa di anggap bermasalah jika terus seperti ini systemnya” terangnya.

Terakhir saya mendatangi Dispenduk capil untuk melakukan perekaman, tapi apa hasilnya?

Ketika saya menerima Surat Keterangan (Suket) yang telah di tanda tangani oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya, Suharto Wardoyo, saya merasa bersyukur. (

Masih kata Munif Masih, dalam Suket di terangkan bahwa saya telah melakukan perekaman. Namun ketika kemarin saya mendatangi kecamatan dengan harapan KTP eleltronik saya sudah jadi, betapa kagetnya saya ketika di sodori blangko dan harus mengulang kembali untuk  perekaman biometrik” gerutunya.

“Jelas-jelas di dalam KTP sementara yang di keluarkan oleh Kepala Dispendukcapil kota Surabaya dan di tanda tanganinya mengatakan bahwa orang tersebut telah melakukan perekaman, “ungkap Munif.

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya Suharto Wardoyo ketika di datangi awak media sepertinya kurang respect dengan apa yang di keluhkan masyarakat.

“Kami menerima data dari pusat mas, jika data yang kami terima kosong, masyarakat ya sudah seharusnya mengulang walaupun sudah melakukan perekaman,” ujarnya. (boody) 

Related Articles

Back to top button