BLM Jatiharjo Diduga Jadi Bancakan , Kades dan Oknum DPRD Karanganyar


KARANGANYAR, JATENG, BN – Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang turun di Desa Jatiharjo Kecamatan Jatipuro Ta. 2013 / 2014 diduga jadi ajang bancakan Kades beserta Oknum DPRD Karanganyar hingga persoalan tersebut mencuat ke ranah hukum dan hampir berjalan tiga tahun sampai sekarang.
“BLM yang cair di Desa Jatiharjo sebesar hampir 1,5 milyar selama dua tahun, ditahun 2013 sebesar Rp. 538.500.000,- dan tahun 2014 sebesar Rp. 862.000.000,- . Besarnya BLM yang turun ternyata tidak seluruhnya direalisasikan, Sehingga warga mengadu ke Polda Jateng,”ungkap warga Jatiharjo ketika ditemui BN beberapa minggu lalu.
Kepala Desa Jatiharjo Budi Santoso (37) ketika ditemui BN mengatakan, “memang ada potongan dari oknum anggota DPRD Karanganyar sebesar 30% , namun setelah persoalan ini mencuat hingga diranah hukum potongan telah dikembalikan seluruhnya dan pembangunan telah dapat diselesaikan secara total persoalan sekarang telah selesai dan clear, “kata Kades ketika dikonfirmasi dikantor Desa (27/12)
“Sebenarnya ada 11 anggota Dewan Karanganyar yang ikut menikmati BLM dari 11 sekarang yang masih menjabat tinggal 4 orang diantaranya berinisial IP dari Fraksi PDI Perjuangan, AG dari Fraksi Demokrat, AD dari Fraksi Golkar dan yang satunya saya lupa karena tidak begitu kenal, “ungkap Budi Santoso
“Jika ingin konfirmasi sebaiknya ketemu dengan tiga orang anggota Dewan tersebut, karena semenjak persoalan mencuat saya telah dipanggil dari pihak Polres sebanyak hampir 5 sampai 6 kali untuk dimintai keterangan, dan saya juga mengakui kesalahan yang saya lakukan, dalam proses anggota Dewan yang memotong BLM juga ikut membantu klarifikasi di Polres, termasuk dalam segi pendanaan transportasinya, ”pungkasnya. (Hery)



