Wisnu Sakti Buana : Pancasila Tetap Eksis Di Surabaya, Paska Tragedi Bom

● Peringatan Hari Lahirnya Pancasila Dan Bulan Bung Karno, DPC PDIP Surabaya

SURABAYA, JATIM, BN – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya di Jl. Kapuas No.68, DR. Soetomo, Tegalsari, Kota SBY, Jawa Timur, Jum’at, 01/06/3018, menggelar peringatan 1 Juni 1945 lahirnya Pancasila, Buka bersama dan bulan Bung Karno (penyambung lidah rakyat), Jum’at petang, 01 Juni 2018.
Hadir sejumlah petinggi Partai Demokrasi Indonnesia (PDI) Perjuangan yang berlambangkan kepala banteng moncong putih dengan seluruh kader, mulai dari PAC, Ranting & Anak ranting se surabaya menyemarakkan gelaran peringatan.
Peringatan kali ini di awali dengan membagi bagikan takjil gratis kepada pengguna jalan sekitar jl kapuas dan jl diponegoro serta di lanjutkan dengan acara buka puasa bersama.
“Peringatan Hari lahir Pancasila tahun ini sangat istimewa, karena bersamaan dengan bulan suci Ramadhan dan Nuzulul Qur’an,” kata Wisnu Sakti Buana selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.
Menerangkan, Wisnu Sakti Buana (WS) kepada seluruh awak media, bahwa Pancasila yang digali oleh Bung Karno dan di pidatokan kali pertama dalam sidang BPUPKI 1945 itu selaras dengan nilai-nilai dalam Al Qur’an dan Agama Islam.
Dia, WS memperjelas, tokoh-tokoh Islam yang ikut hadir dalam sidang BPUPKI tidak mempersoalkan termasuk mayoritas umat Islam di Indonesia sampai sekarang.
“Bulan Juni merupakan bulan Bung Karno sehingga akan dibumikan oleh kader-kader PDI Perjuangan, termasuk di Surabaya “ ujarnya.
Menambahkan,WS, Peringatan Hari Lahirnya Pancasila & Bulan Bung Karno, DPC PDIP Surabaya selain 1 Juni, juga diadakan peringatan hari lahir Bung Karno pada 5 Juni dan hari wafat Bung Karno pada 21 Juni, DPC membuat peringatan berupa tasyakuran dan buka bersama dengan seluruh kader PDIP untuk konsolidasi pemenangan pasangan Gus Ipul-Puti di Pilgub Jatim.
“Target kita bisa memang tebal di Surabaya. konsolidasi terus kita lakukan dan mesin partai sudah bergerak” imbuhnya.
Menegaskan, WS, Pancasila juga tetap eksis di Surabaya, sehingga paska tragedi bom kemarin warga Surabaya tetap beraktifitas sebagaimana biasa, senantiasa menjaga kerukunan antar warga serta antar umat beragama.
“Sedangkan untuk peringatan hari lahir Bung Karno, pihaknya akan menggelar syukuran dengan membikin 178 tumpeng serta lomba pidato Bung Karno untuk semua kalangan yang finalnya dilaksanakan usai lebaran” pungkasnya. (boody).



