JATENG

Cetak Sejarah, Ketua RW 1 Ngareng Sawahan, Kelurahan Cepu Bagi THR dan Bingkisan Kepada Ketua RT

MUGIANTO : Tiap Ketua RT Dapat Rp 500 Ribu

BLORA, JATENG, BN – Baru pertama kalinya, seorang ketua Rukun Warga (RW) berinisiatif dan mewujudkan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan bingkisan bagi ketua Rukun Tetangga (RT) di wilayah kerjanya.

Sejarah baru itu terjadi di Ngareng Sawahan, RW 1 Kelurahan Cepu, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Hal itu didasari atas minimnya perhatian dari pemerintah daerah terhadap kinerja para ketua RT, khususnya dalam hal pemberian penghargaan THR menjelang Idul Fitri.

H. Mugianto, Ketua RW 1 Ngareng Sawahan Kelurahan Cepu mengatakan pemberian THR dan bingkisan itu diserahkan bersa-maan dengan acara rutinan pengundian arisan bulanan di lingkungannya pada Rabu,(13/52018) malam di rumah Agus.

Dia berharap adanya pemberian ini bisa menggugah hati pemegang kekuasaan untuk lebih peduli dan memberikan perhatian serius bagi ketua RT selaku ujung tombak pemerintahan di masyarakat.

“Alhamdulillah kita bisa mewujudkan pemberian THR dan bingkisan ini. Patut di syukuri, apalagi menjelang lebaran yang tinggal beberapa hari lagi pastinya dapat uang Rp 500 ribu bisa bantu penuhi kebutuhan lebaran,” ucapnya dengan gembira kepada bidiknasional.com.

“Tak seberapa sih dibanding pengabdian mereka, kedepan mudah-mudahan pemda lebih peduli kepada mereka yang punya andil besar dalam membantu pemerintahan ini,” harapnya.

Pria yang akrab disapa Pak Joberong ini mengatakan bahwa tantangan buat perja-lanan RW/RT kedepan semakin berat, apalagi kondisi dan situasi masyarakat yang dinamis.

Berkaitan dalam pemberian THR ini dirinya mengaku kecewa dikarenakan besarannya yang alami penurunan dari tahun sebelum-nya.

“Kalau tahun kemarin para ketua RT dapat Rp 200 ribu. Kenapa tahun ini hanya mendapat Rp 100 ribu,” imbuhnya.

Bahkan untuk menghindari kesalahpahaman dan pikiran buruk dari ketua RT, dirinya sempat menolak untuk membagikan sendiri uang tunjangan tersebut.

”Makanya dalam pengambilannya saya melibatkan langsung para ketua RT dengan pihak kelurahan setempat. Ini untuk menghindari pikiran kalau saya kurangi jatah tunjangan mereka karena jumlahnya turun” ucap Pak Jo.

“Saya tidak menyalahkan dari pihak kelurahan. Biar semua jelas, apalagi ketua RT sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat makanya perlu perhatian serius dari pemerintah daerah. Karena tugas Ketua RT itu berat,” tukasnya.

Semua butuh ikhtiar dan usaha, lanjut Pak Jo bahwa tambahan tunjangan itu berasal dana kas RW, iuran masyarakat maupun para donatur yang ada di wilayahnya.

”Semoga dengan kritik sehat kita ini dapat tanggapan dari pemerintah daerah. Demi-kian pula kedepan bisa berbagi lagi lebih baik dan lancar ,” tegasnya.

Sementara itu, pemberian tambahan tunja-ngan ini disambut baik oleh 7 (tujuh) ketua RT. Seperti yang disampaikan Sujito , Ketua RT 2 lingkungan setempat.

“Ini sejarah baru dari pengurus RW tahun ini kita dapat parsel dan uang tunjangan bagi RT. Mungkin ini pertama kali di Cepu dan di Blora,” katanya.

Bambang Purwanto RT 5 Mengungkapkan hal yang sama,” Baru kali ini kita mendapat penghargaan. Harapan kedepan apapun yang jadi program dari Ketua RW kita dukung,” imbuh Bambang.

Ditambahkan oleh Didik Ketua RT 4 mengu-capkan banyak terimakasih atas kepedulian ini.

“Baru kali ini selama puluhan tahun jadi RT baru kali ini dapat penghargaan apalagi menjelang lebaran. Oleh karenanya kita musti dukung untuk mewujudkan program RW dan ciptakan masyarakat yang saling rukun dan hidup guyub rukun,” cetusnya.(P.Jo/ali)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button