SUMUT

Tomas Labuhanbatu Apresiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Terbitkan Buku Legenda

LABUHANBATU SUMUT, BN – Salah seorang tokoh masyarakat (Tomas) Labuhanbatu, H Syarifuddin Tanjung, memberikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Labuhanbatu, yang telah menerbitkan buku “Legenda Pulau Sikantan” di pertengahan tahun 2018 ini.

Sebagai warga masyarakat Labuhanbatu, ucap Bang Ucok panggilan akrab H Sya-rifuddin Tanjung, kepada wartawan, Selasa (10/07/2018) siang, kita telah lama menunggu hadirnya buku-buku legenda dengan latar belakang cerita, dari daerah ini. Padahal katanya, cerita-cerita rakyat ber-nuansa daerah ini, cukup banyak. Namun selama ini hanya diceritakan dari mulut ke mulut saja.

Yang ironisnya, anak-anak Labuhanbatu, nyaris tidak kenal dengan legenda yang berkembang di tanah leluhurnya. Disekolah, yang dikenalkan sebahagian besar, meru-pakan cerita rakyat dari tanah Jawa. Seperti legenda Tangkuban Perahu, Nyi Blorong, Nyi Loro Kidul dan lain sebagainya.

“Sehingga sebagai warga masyarakat Labuhanbatu, wajar kita memberikan apre-siasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, yang menerbitkan buku Legenda Pulau Sikantan,” tegasnya.

Disebutkannya, cerita rakyat adalah legenda disuatu daerah, yang berkembang di Indo-nesia. Dipelihara oleh masyarakat setempat dan kadang dipercaya kebenarannya. Juga dianggap sebagai mithos dan dongeng di suatu daerah.

Banyak cerita-cerita rakyat di setiap daerah, menceritakan asal usul dan nama tempat, danah, gunung atau situs dan benda ber-sejarah. Keberadaan cerita rakyat pada masing-masing daerah, tentunya ikut mem-perkaya khasanah budaya tradisional Indonesia.

Demikian pula halnya dengan cerita rakyat atau legenda Pulau Sikantan, yang ada di daerah Kabupaten Labuhanbatu, Propinsi Sumatera Utara. Konon ucap H Syarifuddin Tanjung, Pulau Sikantan, yang kini berada ditengah Sungai Barumun di Kecamatan Pa-naitengah tersebut, menurut legenda dahu-lunya tidak ada. Namun ratusan tahun yang lalu, telah terjadi peridtiwa sangat luar biasa. Sehingga pulau ini muncul ditengah-tengai Sungai Barumun.

Cerita ini telah lama dikenal masyarakat. Di-ceritakan dari mulut ke mulut. Ceria rakyat ini mengisahkan tentang seorang pemuda, bernama si Kantan, yang menjelma menjadi sebuah pulau. Cerita rakyat ini, mengandung pesan-pesan moral.

Dilain pihak, Kepala Dinad Perpustakaan da Kearsipan Labuhanbatu, Ir Leo Sunarta Mar-paing MMA mengatakan, hadirnya buku Legenda Pulau Sikantan, yang ditulis Raja Muhammad Azwin ini, mencoba merekon-struksi kembali cerita rakyat khas daerah Labuhanbatu. Selama ini banyak diceritakan melalui lisan atau bertutur.

Sementara Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap SE MSi berucap, sebagai peme-rintah, pendidik, masyarakat dan orang tua, tugas kita membantu anak-anak menumbuh kembangkan minat bacanya. Sekaligus me-nggali / mengelola informasi secara baik dan cerdas.

Dan tentunya, ucap Bupati, dengan mem-baca buku Legenda Pulau Sikantan ini, generasi kita dapat memahami dan meng-hargai kisah-kisah leluhurnya. Semoga de-ngan hadirnya buku Legenfa Pulau Sikantan, bisa menjadi motovasi kepada penulis-penulis yang ada di Kabupaten Labu-hanbatu, untuk terus berkarya dibidang penulisan buku. Untuk memperkaya koleksi bacaan masyarakat Labuhanbatu, sebagai upaya meningkatkan kegiatan Literadi di tanah “Ika Bina En Pabolo” ini. (M.SUKMA)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button