Connect with us

Kabid Disnakertrans Layak Dipecat, Selesaikan Perselisihan Buruh Dan Perusahaan Bertele-tele

KALBAR

Kabid Disnakertrans Layak Dipecat, Selesaikan Perselisihan Buruh Dan Perusahaan Bertele-tele

Kabid Disnakertrans Agus

KETAPANG, KALBAR, BN – Kabid Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disna-kertrans) Agus, disinyalir lamban tangani kasus perselisihan antara buruh dan Perusa-haan.

Hal ini di alami oleh Sutibyo (62) bekerja sebagai buruh perkebunan sawit di PT. Agro Sejahtera Manunggal-Beng Kuang Estate yang berkedudukan di Kecamatan Kendawa-ngan Kabupaten Ketapang Provinsi Kaliman-tan Barat.

Ironisnya dalam peraturan dan undang-undang untuk mengantisipasi penjaliman dan penindasan terhadap tenaga buruh lokal yang bekerja di perusahaan yang bergerak di perkebunan kelapa sawit acap kali per-soalan yang di alami buruh berbuntut melapor ke Kabid Disnakertrans, namun semua laporan dan pengaduan kepada pihak dinas yang menangani ketenaga-kerjaan selalu mendapatkan hasil yang tak memuaskan buat seorang buruh yang terjalim.

Saat Awak Wartawan BN Konfirmasi pada salah satu warga setempat bernama Supriyanto mengatakan dengan nada sedikit tinggi, ”saya merasa heran setiap buruh yang bekerja di perkebunan kelapa sawit ada permasalah buruh dipecat, kewajiban-nya dirampas dan mengadukan kepada pihak Disnakertrans, namun penanganannya lama dan bertele-tele,” terangnya.

“Bapak Sutibyo sudah membuat surat pe-ngaduan ke Disnakertrans sejak akhir tahun 2017, namun sampai saat ini baru dilayang-kan surat panggilan pertama, untuk surat panggilan kedua dan ketiga sampai saat ini, tidak ada kejelasan, kapan akan di selesai-kan permasahan ini. Kabid Dinas ketenaga-kerjaan,” ungkapnya.

“Kami nilai tidak bekerja berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di Dinas Ketenagakerjaan,”tegasnya.

“Kami menduga Kabid Disnakertrans Agus bermain mata dengan PT. Agro Sejahtera Manunggal–Beng Kuang Estate dengan menjalimi hak buruh. Sutibyo dengan pris-tiwa ini dia selaku korban kebiadaban perusahaan yang tidak ada prikemanu-siaannya, sehingga membuat jiwa dan hak-haknya terampas sebagai buruh yang telah mengabdi belasan tahun lamanya, membuat seorang bapak yang sudah ujur usia ini menjadi stres serta trauma fisik yang mengenaskan, semasa kuat tenaganya bekerja untuk perusahaan Kebun sawit dia di puja dan di sanjung perusahaan PT. Agro Sejahtera Manunggal. Setelah tua dan sudah tidak bertenaga lagi dia Sutibyo dicampakan begitu saja tanpa mendapat imbalan dari jasa-jasanya, apakah ini yang di namakan manusiawi?,” Supriyanto.

“Kami meminta kepada Kepala Disnaker-trans Bapak Dersi, untuk mengambil langkah insiatif untuk memproses Kabid Disnaker-trans yang bernama Agus, untuk diproses secara Kedinasan, karena terindikasi Agus sebagai pengebeck perusahaan yang nakal terhadap tenaga buruh yang tertindas, dialah sebagai pembela perusahaan dan mengambil serta merampas hak buruh yang terjalim serta tertindas,” lanjutnya.

“Semoga Kepala Disnakertrans Bapak Dersi mendengar jeritan masyarakat yang hidup segan mati enggan, akibat ulah perusahaan dan Kabid Disnakertrans yang tidak profisional serta berpihak kepada perusa-haan yang memiliki banyak air sabun selicin sabun sehingga membuat dia lupa bahwa dia adalah pejabat publik yang mana selalu mengelak dan berkelit dalam meyelesaikan hak buruh dan selalu berpihak kepada penjalim pengkhianat tenaga buruh yaitu rakyat miskin,” ujarnya Supriyanto yang mendampingi Sutibyo.

Terpisah di tambahkan Agustinus/Gusti,” Saya merasa radar-radar aneh dalam pena-nganan buruh tenaga kerja dan perusahaan, bila ada permasalahan masuk ke Disnaker-trans urusannya bukan bertambah baik malah bertambah tidak jelas, hak buruh selalu hilang, ada apa bersama Kabid urusan tenaga kerja ini ya? saya merasa semua ada permainan bina dan pembinaan untuk menghantam orang kecil, ini semua perlu untuk ditelusuri hak dan kewajiban seseorang karena masuk di dalam ranah hukum yaitu mengacu kepada HAM. Kami akan giring ini kasus sampai sejauh mana, saya mencium adanya aroma masuk angin bocor kecil di Dinas Bidang tenaga kerja dan buruh,” ungkapnya Agustinus alias Gusti.*** (Yan Pullar)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in KALBAR

To Top