JATIM

Bersama Warga, Kades Samberjo Membangun Desa

 

BANYUWANGI, JATIM, BN – Desa Samberjo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyu-wangi membangun desa bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda bersinergi untuk mewujudkan harapannya.

Awak media Bidik Nasional konfirmasi kepada Kades Samberjo yang bernama Hady Purnomo, bahwasanya sebagai Kepala desa Samberjo yang terpilih secara demokratis, siap menjadi pelayan masya-rakat yang amanah dan menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan peraturan pemerintah desa bersama – sama.

Dengan kerja sama antara pemerintah desa, BPD, LPMD dan steak holder untuk mencapai kesejahteraan masyarakat desa serta mempelopori praktik transparansi penggunaan anggaran.

Pemerintah desa bekerja keras untuk melibatkan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan anggaran.

“Desa Samberjo membangun akuntabilitas dengan pelaporan pemanfaatan anggaran kepada publik, baik melalui baliho, papan pengumuman, atau melalui media website, “tegasnya Hady Purnomo.

Pencarian DD tahap pertama 20% dari total anggaran ADD (Alokasi Dana Desa) merupakan hasil musyawarah mufakatkat musrenbangdes 2017 terealisasi tahun 2018.

Giat membangun desa berupa pembangu-nan infrastruktur pavingisasi 2,4 M x 467 M di Dusun Pasembon RT 05 RW 06 yang penyerapan anggaran dari Dana Desa (DD) bernilai Rp 95 juta.

“Pembangunan pavingisasi ini atas usulan warga masyarakat sekitarnya. Jalan tersebut merupakan jalan akses tembus antar kedua dusun. Karena jalan tersebut sangat rusak berat, apalagi kalau musim penghujan datang masyarakat sekitar sangat mengeluhkan sekali, maka desa segera melaksanakan pembangun jalan tersebut,” jelasnya.

Untuk membangun jalan tersebut pemerin-tah desa menggunakan tenaga kerja lokal sekitaran yang terdampak langsung kegiatan pembangunan pavingisasi.

“Ketika masyarakat sekitar dilibatkan be-kerja, insyaallah warga masyarakat tersebut ikut bertanggung jawab atas pekerjaannya, juga memelihara dan menjaga. Dan ma-syarakat siap mengawasi dan memelihara jalan tersebut, jika ada kerusakan siap memperbaiki dengan cara gotong royong,” tambahnya.

“Kegiatan proyek pavingisasi itu diserahkan pada warga sekitar yang terdampak lang-sung dan diawasi oleh team desa bersama lembaga non pemerintah,” terangnya.

Selain pembangunan infrastruktur, desa juga melakukan rehab gedung TK Sunan Drajat yang berlokasi di Dusun Pasembon RT 05 RW 03 yang bernilai Rp 30 juta.

Rehab gedung tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) karena pemerintah desa memandang gedung perlu diperbaiki. Ka-rena keadaan gedung TK itu sangat mengkuwatirkan kondisinya. Jika gedung tersebut diperbaiki maka, proses belajar mengajar akan lebih baik, karena tidak ada rasa was-was dan anak – anak belajar lebih baik, nyaman juga sehat.

“Semua kegiatan pembangunan proyek pavingisasi dan rehab gedung TK Sunan Drajat, untuk kepentingan masyarakat saya. Sesuai dengan program pemerintah desa menjalankan amanah mengelola regulasi anggaran pemerintah pusat untuk meningkatkan pembangunan desa secara bertahap. Untuk mencapai pembangunan pemerintah desa, maka penyerapan anggaran yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah kabupaten lalu kepada desa penyerapan anggaran harus maksimal sesuai dengan APBDes (Anggaran pendapatan dan belanja desa ), ” tutur Hady Purnomo mengakhiri keteranga-nya kepada wartawan BN. (Jojo)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button