Bupati Sri Mulyani Minta Seluruh Desa Terus Berinovasi

0
Bupati di stand Bursa Inovasi Desa

KLATEN, JATENG, BN –  Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Kabupaten Klaten bekerjasama dengan pemerintah desa menggelar Bursa Inovasi Desa di Gedung Sunan Pandanaran, Kamis (1/1).

Dalam kegiatan ini dipamerkan 70 inovasi desa dari 26 kecamatan se-Kabupaten Klaten yang terbagi dalam bidang wisata dan nonwisata. Untuk inovasi desa wisata seperti destinasa wisata air Umbul Susuhan, Sungai Sehat Kali Ujung dan Wisata Budaya Pandanan Desa Soropaten.

Sedangkan program inovasi nonwisata seperti pelayanan difabel, Kelompok Wanita Tani Ternak (KWTT), inovasi pertanian organik hingga pengelolaan bank sampah.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jawa Tengah, Nadi Santosa dalam sambutannya mengatakan, kegiatan program inovasi desa merupakan program dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang didukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Gubernur Ganjar Pranowo mendukung agar penggunaan dana desa dapat mewujudkan satu desa satu inovasi sehingga menjadi tantangan pemerintah desa dalam memaksimalkan potensi yang dimiliki,” katanya.

Menurut Nadi Santosa, beberapa pemerintah desa di Kabupaten Klaten dianggap masih minim dalam memunculkan inovasi pengembangan potensi masing-masing desa. Terbukti dari 391 desa yang tersebar di 26 kecamatan di Klaten baru 70 desa yang memiliki inovasi.

Sementara itu, Bupati Sri Mulyani menyambut baik kegiatan yang diadakan Dispermasdes Kabupaten Klaten bekerjasama dengan pemerintah desa.

Bupati Sri Mulyani berharap dengan bursa inovasi desa ini dapat menjadi pemacu agar 391 desa di Klaten pada tahun 2019 mendatang dapat terus berinovasi.

“Setelah desa berinovasi agar disampaikan ke dunia melalui media sosial, media cetak dan elektronik serta media online sehingga dapat berkembang seperti Umbul Ponggok di Kecamatan Polanharjo,” pintanya.

“Kedepannya, agar kepala desa yang didukung perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) dapat memaksimalkan penggunaan dana desa untuk mendukung program Nawacita Presiden Joko Widodo yakni membangun Indonesia dari pinggiran untuk kesejahteraan rakyat,” pungkas Bupati Sri Mulyani. (rkt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *