Pengajian Umum Haul Keluarga Bp. Jeni Karangsari Bersama Ki Ageng Alap-Alap

0

PEMALANG, BN – Pengajian umum dalam rangka haul yang ke- 15 Alm. Bpk. Tasir bin Mad dan Alm. Ibu Kasni bin Rasbun, yang di selenggarakan oleh keluarga Bpk. Jeni (selasa, 6/11/18), sebagai bentuk bakti seorang anak kepada orang tua yang sudah tiada, yang rutin diselenggarakan guna mendo’akan orang tuanya.

Dalam acara haul tersebut mengundang penceramah yang namanya cukup kondang dengan julukan Ki Ageng Alap-alap, yaitu Kyai H. Faqih Mabrur dari Grobogan. Kyai yang masih muda dan pandai mendalang serta rendah hati ini dalam kurang lebih 3 jam memberikan tausiyah yang diiringi dengan cerita anak manusia dalam berbakti kepada orang tua yang dilakonkan dengan wayang kulit.

Turut hadir dalam acara haul tersebut Kepala Desa Karangsari, Bp. Dasuki beserta istri, Camat Pulosari, serta Babinkambtibmas Polsek Pulosari Polres Pemalang, dengan dihadiri jamaah masyarakat setempat yang cukup ramai memadati halaman pengajian.

Kepada Bidik Nasional, Pak Jeni sedikit menceritakan masa lalunya yang penuh dengan prihatin, di mana kedua orang tuanya yang secara ekonomi sangat minim atau susah, namun dalam kekurangan hidup tersebut kedua orang tuanya tidak putus asa serta telaten mengasuh dan mendidik anak-anaknya terutama dalam pendidikan agama.

“Kedua orang tua saya mengajarkan kepada kami anak-anaknya untuk jujur, pantang meminta-minta walaupun dalam kesusahan, dikasih yaa diterima, kalau yidak dikasih ya jangan meminta-minta”, tutur beliau kepada awak media BN menceritakan kehidupannya dulu.

Pak Jeni adalah anak bungsu dari empat bersaudara, adapun usahanya adalah berdagang bakso di Jakarta, namun kata beliau usahanya sudah sangat lumayan. “Yaa saya berdagang bakso di daerah Rawamangun, Jakarta Timur, dekat Balap Sepeda. Saya mulai berjualan dari tahun 1987, kalau kakak saya Mas Kosim sudah dari tahun 1966. Bakso yang kami jual memang punya ciri khas mas, namanya bakso gepeng”, imbuh Pak Jeni.

“Adapun tujuan dan harapan dari diselenggarakannya pengajian haul kedua orang tua kami adalah sebagai wujud syukur kami dan terimakasih kami sebagai anak kepada kedua orang tua yang sudah mengasuh, membesarkan, dan mendidik kami, hanya dengan do’a kami sebagai anaknya membalasnya, semoga Allah SWT menerima do’a kami untuk kedua orang tua kami,” pungkas Pak Jeni mengakhiri wawancara dengan awak media BN. (AR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *