Connect with us

Kiat Klinik Yostavan Agar Peserta Tak Minta Dirujuk

17 views

JATIM

Kiat Klinik Yostavan Agar Peserta Tak Minta Dirujuk

Yuliani Pemilik Klinik Rawat Inap Yostavan di Sidoarjo

SIDOARJO, JATIM, BN-Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama atau yang disingkat FKTP memiliki 4 peran/fungsi penting yaitu sebagai kontak pertama, koordinator pelayanan, pelayanan komprehensif dan keberlangsungan pelayanan.

Sebagai kontak pertama oleh Peserta JKN-KIS, dokter di FKTP memiliki kewenangan penuh atas penanganan medis pasien sesuai kompetensinya, dimana hal ini tertuang dalam Standar Kompetensi Dokter (SKDI) Tahun 2012 dan KMK 514 Tahun 2015 tentang Panduan Praktik Klinis bagi Dokter Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang memuat 144 diagnosa kompetensi dokter di FKTP.

Kemudian jika peserta memerlukan perawatan kesehatan yang bersifat spesialistik atau sub spesialistik, maka Peserta akan dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL).

Sistem rujukan pelayanan kesehatan merupakan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan secara timbal balik baik vertikal maupun horizontal.

Adalah Klinik Rawat Inap Yostavan yang terletak di Jl. Brawijaya Wirobiting RT 02 RW 01 Prambon Sidoarjo dengan jumlah tenaga medis sebanyak 3 orang dokter umum dan 1 dokter gigi mampu mengoptimalkan perannya dalam hal pengelolaan rujukan ke FKRTL sesuai kompetensi dan ketentuan yang berlaku dengan nilai rasio rujukan tidak lebih dari 10 % dari kunjungan sakit setiap bulannya.

Atas dasar hal tersebut, Klinik Rawat Inap Yostavan meraih predikat Fasilitas Kesehatan Pengelola Rujukan Terbaik yang diberikan oleh BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo.

Pemilik Klinik Rawat Inap Yostavan Yuliani menjelaskan kiat pengendalian rujukan yang dilakukan oleh kliniknya adalah dengan cara selalu memotivasi pasien untuk tidak meminta rujukan dan mengoptimalkan 144 diagnosa yang dapat ditangani di Klinik Rawat Inap Yostavan.

“Kadang juga ada pasien yang ngotot minta dirujuk dan kurang paham mengenai hal ini, tapi kami terus melakukan edukasi pada pasien bahwa keluhan pasien dapat ditangani di faskes tingkat pertama dengan keahlian yang dimiliki oleh dokter faskes tingkat pertama,” jelas Yuliani.

Selain melakukan edukasi pasien, Yuliani juga memastikan bahwa Klinik Rawat Inap Yostavan telah melakukan perhitungan rasio rujukan secara valid.
“Saya sendiri yang melakukan monitoring pada petugas klinik agar melakukan entry data Pcare secara realtime. Demikian yang dapat saya sampaikan,” tegasnya.(boody/*)

More in JATIM

To Top
%d blogger menyukai ini: