
Ibnu Hambal bersama Suyitno dan Setiyono saat menunjukkan surat mosi tidak percaya. (Foto: Teddy/Bidiknasional.com)
SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – Gelaran Kongres Luar Biasa (KLB) Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sidoarjo memicu kontroversi setelah lima nama calon ketua dan anggota Komite Eksekutif (Exco) yang sebelumnya dinyatakan lolos verifikasi, tiba-tiba dicoret tanpa alasan jelas oleh Komite Banding.
Lima nama yang mendadak dieliminasi tersebut merupakan tokoh penting dalam dunia sepak bola Sidoarjo, termasuk Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Kadispora) Sidoarjo, Yudhi Iryanto. Empat nama lainnya adalah Suyitno, Setiyono, Achmad Sodarin, dan Syaiful Arif.
Pencoretan ini memicu kekecewaan dari para pemilik klub yang memiliki hak suara dalam KLB. Ibnu Hambal, pemilik Klub dan SSB Bintang Putra yang juga mantan Sekretaris PSSI Sidoarjo, menyampaikan protes keras terhadap keputusan Komite Banding.
“Sebagai pemilik klub yang punya hak suara, saya prihatin dengan proses KLB ini. Keputusan mencoret lima calon yang sebelumnya lolos verifikasi sangat janggal dan tidak disertai alasan yang transparan,” ungkap Ibnu dengan nada geram.
Ibnu juga menyoroti tidak adanya proses klarifikasi terhadap para calon yang dicoret. Menurutnya, kelima calon tersebut tidak pernah dipanggil untuk menjelaskan atau melengkapi berkas. “Ini namanya belum bertanding, sudah dikalahkan. Harusnya biarkan voter yang menentukan, bukan dicoret sepihak,” tegasnya.
Keputusan Komite Banding ini juga dinilai bertentangan dengan statuta PSSI. Selain itu, perubahan jadwal KLB yang tiba-tiba dimajukan dari akhir April ke Sabtu, 10 Mei 2025, menambah kecurigaan bahwa ada proses yang tidak sehat dalam pelaksanaannya.
Salah satu calon yang dicoret, Suyitno, juga mengaku tidak pernah mendapatkan kejelasan terkait pencoretan namanya. “Saya hanya pernah ditanya soal berkas asli, dan saya jawab semua sudah saya serahkan ke komisi pemilihan,” ujarnya bingung.
Senada dengan Suyitno, Setiyono yang juga menjadi korban pencoretan mengungkapkan bahwa dirinya disebut terlambat mendaftar selama 25 menit. Namun ia membantah alasan tersebut karena saat datang, tidak ada petugas pendaftaran yang standby. Bahkan, menurutnya, ada calon lain yang mendaftar lebih lambat tapi tetap diterima.
Merespons kejanggalan tersebut, sebanyak 11 klub/SSB pemilik hak suara melayangkan surat mosi tidak percaya kepada Askab PSSI Sidoarjo, Asprov PSSI Jawa Timur, hingga PSSI Pusat. Mereka menuntut pergantian Komite Pemilihan dan Komite Banding sebelum KLB digelar.
Mosi tidak percaya ini ditandatangani oleh sejumlah klub, antara lain Tunas Jaya Tulangan, Pesawad, Akademi Talenta Muda, Trisula, dan Putra Jabon. Mereka menyatakan keberatan atas pelaksanaan KLB yang dianggap melanggar statuta.
“Mosi ini sudah kami kirim ke PSSI Pusat. Jika KLB tetap digelar besok, saya tidak akan hadir karena tidak ingin ikut melanggar aturan,” tegas Ibnu.
Sementara itu, dikutip dari rekan media, Ketua Komite Banding pemilihan Askab PSSI Sidoarjo, Agoes Soeseno, menyampaikan bahwa pencoretan 5 calon pengurus tersebut bukan tanpa alasan.
Dia menegaskan, bahwa komite banding pemilihan dalam menetapkan calon tetap ketua, wakil ketua, dan anggota komite eksekutif Askab PSSI Sidoarjo berdasarkan hasil rapat yang dihadiri ketua dan wakil ketua serta anggota komite banding pemilihan.
Berdasarkan hasil telaah dan kajian mendalam serta verifikasi maupun klarifikasi terhadap beberapa personal, keabsahan persyaratan administrasi.
Keabsahan administrasi berupa surat asli, dan ketentuan yang tercantum dalam Formulir A-1 termasuk kreteria wajib yang ditandatangani oleh bakal calon diatas materai.
“Komite banding pemilihan melakukan pemeriksaan banding karena ada pengaduan dan keberatan dari para ketua SSB/club anggota Askab PSSI Sidoarjo,” tutupnya.
Dari informasi yang didapat, pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Askab PSSI Sidoarjo akan digelar sore ini, 10 Mei 2025. Acara ini dikabarkan bakal digelar lebih cepat dari rencana awal yang ditetapkan.
Laporan : Teddy Syah Roni



