JATIMMALANG

Urus Jaminan Kesehatan Nasional dalam Genggaman, Bintang Rasakan Praktisnya Mobile JKN

MALANG, BIDIKNASIONAL.com – Perkembangan teknologi turut mengubah cara peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengakses layanan. Melalui berbagai kanal digital, sejumlah kebutuhan administrasi dan kini informasi dapat dijangkau peserta hanya melalui telepon genggam.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Hernina Agustin Arifin atau akrab disapa Ina mengatakan, transformasi layanan terus dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang semakin dekat dengan teknologi. Salah satunya melalui Aplikasi Mobile JKN yang menghadirkan berbagai fitur layanan dalam satu genggaman.

“Mobile JKN kami hadirkan agar peserta memiliki pilihan dalam mengakses layanan. Banyak kebutuhan yang dapat dilakukan secara mandiri melalui aplikasi, mulai dari melihat informasi kepesertaan, mengakses informasi iuran, melakukan perubahan data tertentu hingga memanfaatkan fitur pelayanan kesehatan,” ujar Ina.

Selain Mobile JKN, lanjut Ina, peserta juga dapat memanfaatkan kanal pelayanan tanpa tatap muka lainnya seperti Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) dan BPJS Kesehatan Care Center 165. Kehadiran berbagai kanal tersebut diharapkan dapat membuat pelayanan semakin mudah dijangkau sesuai kebutuhan peserta.

Menurut Ina, pemanfaatan layanan digital juga dapat menghemat waktu peserta dalam mengurus administrasi. Peserta tidak selalu harus menyediakan waktu khusus untuk datang ke kantor BPJS Kesehatan apabila kebutuhannya dapat diselesaikan melalui kanal layanan yang tersedia.

“Saat ini telepon genggam sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Oleh karena itu, kami terus mendorong peserta untuk mengenal dan memanfaatkan kanal layanan JKN. Harapannya, peserta dapat memperoleh informasi sekaligus menyelesaikan kebutuhan administrasinya dengan lebih praktis,” jelas Ina.

Hal tersebut dirasakan Bintang Yuan Brilian (23). Sebagai mahasiswa dengan aktivitas perkuliahan sehari-hari, Bintang mengaku keberadaan Mobile JKN membantu ketika membutuhkan maupun informasi terkait pelayanan kepesertaan JKN, Selasa (15/09).

Bintang mengatakan, aplikasi tersebut cukup mudah dipahami meskipun digunakan secara mandiri. Menurutnya, layanan yang dapat diakses melalui telepon genggam menjadi pilihan yang sesuai dengan keseharian mahasiswa yang terbiasa memanfaatkan teknologi untuk berbagai aktivitas.

“Sebagai pelajar, tentu lebih praktis jika ada kebutuhan yang bisa diselesaikan melalui ponsel. Kita tidak perlu meluangkan waktu khusus untuk datang ke kantor karena informasi yang dibutuhkan bisa dilihat melalui Mobile JKN,” ungkap Bintang.

Setelah mengenal Mobile JKN, Bintang mulai mengetahui bahwa aplikasi tersebut tidak hanya digunakan untuk melihat status kepesertaan. Berbagai informasi dan kebutuhan administrasi Program JKN juga tersedia di dalamnya sehingga dapat diakses ketika dibutuhkan.

Bagi Bintang, keberadaan layanan tersebut sekaligus membuat generasi muda lebih dekat dengan Program JKN. Menurutnya, anak muda yang hampir setiap hari menggunakan telepon genggam seharusnya juga mulai mengenal layanan kesehatan digital yang dapat digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri.

“Anak muda sekarang hampir semua aktivitasnya dekat dengan teknologi. Jadi menurut saya Mobile JKN cocok untuk generasi seperti kami. Tinggal buka aplikasi, kita bisa mencari tahu informasi JKN yang dibutuhkan,” katanya.

Pengalaman tersebut membuat Bintang menilai bahwa mengenal kanal layanan JKN sebaiknya dilakukan sejak dini dan tidak menunggu ketika sedang membutuhkan pelayanan kesehatan. Dengan mengetahui fitur yang tersedia, peserta dapat lebih siap ketika suatu saat memerlukan informasi maupun layanan JKN.

“Jangan menunggu sakit baru mencari tahu tentang JKN. Selagi sehat, kita bisa mulai mengenal aplikasinya dan melihat layanan apa saja yang tersedia. Jadi ketika suatu saat membutuhkan, kita sudah tahu harus mengaksesnya dari mana,” tutup Bintang.(bp/gt/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button