BOJONEGOROJATIM

Hesti Ajak Masyarakat Cegah Penyakit Jantung Melalui Gaya Hidup Sehat dan Skrining Kesehatan

Hesti Rahma Sari (17), warga Dusun Njamong, Desa Sobontoro, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban (dok.foto: istimewa)

BOJONEGORO, BIDIKNASIONAL.com – Di tengah kesibukannya sebagai pelajar berprestasi, Hesti Rahma Sari (17), warga Dusun Njamong, Desa Sobontoro, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban tetap berkomitmen menjalani pola hidup sehat.

Selain aktif menorehkan prestasi akademik maupun non akademik, Hesti juga mengemban peran sebagai Duta BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro. Baginya, kesehatan merupakan modal utama untuk mewujudkan cita-cita dan menjalani berbagai aktivitas dengan optimal.

Beragam kegiatan yang dijalani setiap hari tidak membuat Hesti mengabaikan kondisi kesehatannya. Justru kesibukan tersebut menjadi motivasi untuk semakin disiplin menjaga pola hidup sehat. Ia menyadari bahwa ketika seseorang jatuh sakit, bukan hanya dirinya yang merasakan dampaknya, tetapi juga keluarga yang akan turut khawatir dan terbebani.

Sebagai generasi muda yang aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, Hesti kerap mengingatkan pentingnya upaya pencegahan penyakit sejak dini. Menurutnya, penyakit jantung masih menjadi salah satu ancaman kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius karena termasuk penyakit dengan biaya pengobatan yang tinggi. Meski demikian, peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak perlu khawatir karena pengobatannya dijamin sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sebagai generasi muda, saya percaya bahwa menjaga kesehatan jauh lebih baik daripada mengobati. Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit dengan biaya pengobatan yang sangat besar, namun melalui Program JKN masyarakat mendapatkan perlindungan sehingga bisa memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan. Karena itu, penting bagi kita untuk mulai menerapkan pola hidup sehat sejak sekarang,” ujar Hesti, Selasa (15/09).

Dalam berbagai kesempatan, Hesti juga membagikan cara sederhana untuk mencegah penyakit jantung. Menurutnya, langkah pertama dimulai dari membiasakan aktivitas fisik secara rutin melalui Gerak 3-3-5, yaitu berolahraga minimal tiga kali dalam seminggu dengan durasi sedikitnya 30 menit.

Selain itu, masyarakat perlu mengontrol asupan makanan dengan membatasi konsumsi lemak, gula, dan garam berlebihan yang dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular.

Tak kalah penting, ia mengajak masyarakat untuk mengelola stres dengan baik dan menerapkan keseimbangan antara aktivitas belajar, bekerja, serta waktu istirahat. Menurut Hesti, kondisi kesehatan mental yang terjaga juga berpengaruh besar terhadap kesehatan jantung dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Sebagai Duta BPJS Kesehatan, Hesti juga aktif mengingatkan keluarga dan masyarakat untuk memanfaatkan layanan Skrining Riwayat Kesehatan. Ia memastikan seluruh anggota keluarganya telah melakukan skrining tersebut untuk mengetahui risiko penyakit kronis sejak dini.

“Skrining Riwayat Kesehatan sangat mudah dilakukan. Bisa melalui aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA, atau langsung ke fasilitas kesehatan tingkat pertama. Waktu yang dibutuhkan hanya sekitar lima sampai sepuluh menit, tetapi manfaatnya sangat besar karena dapat membantu mendeteksi risiko penyakit kronis lebih awal,” jelasnya.

Menurut Hesti, deteksi dini merupakan langkah penting dalam pencegahan penyakit. Semakin cepat risiko kesehatan diketahui, semakin besar peluang untuk melakukan penanganan dan perubahan gaya hidup yang diperlukan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Ia pun mengajak masyarakat untuk selalu memastikan status kepesertaan JKN dalam keadaan aktif. Dengan kepesertaan yang aktif, masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan kapan pun dan di mana pun saat membutuhkan tanpa harus khawatir terhadap biaya pelayanan kesehatan yang dijamin oleh program tersebut.

Hesti mengaku sangat mengapresiasi kehadiran Program JKN yang telah memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Menurutnya, program ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan setiap warga memperoleh akses pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas.

“Saya sangat mengapresiasi Program JKN karena memberikan rasa aman bagi masyarakat saat membutuhkan pelayanan kesehatan. Program ini tidak hanya membantu dari sisi pembiayaan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan,” ungkapnya.

Ke depan, Hesti berharap semakin banyak masyarakat yang menerapkan pola hidup sehat dan memanfaatkan layanan promotif serta preventif yang telah disediakan. Ia juga berharap Program JKN dapat terus berkembang dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat bagi generasi saat ini maupun generasi mendatang.

“Harapan saya, masyarakat semakin sadar bahwa kesehatan adalah investasi yang sangat berharga. Mari mulai hidup sehat dari diri sendiri, rutin melakukan skrining kesehatan, dan memastikan kepesertaan JKN selalu aktif. Semoga Program JKN dapat terus berlangsung dalam jangka panjang sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” tutup Hesti. (*/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button