BOYOLALIJATENG

Bupati Boyolali Serahkan Bantuan Benih dan Alat Pertanian di Karanggede

Perwakilan Gapoktan menunjukkan secara simbolis contoh kemasan benih dan plakat program bantuan pertanian yang diserahkan langsung oleh Bupati Boyolali Agus Irawan di Aula Kecamatan Karanggede. Program ini ditargetkan mampu meningkatkan intensitas panen menjadi tiga kali setahun. (FOTO: DOK/AHMAD MUKHLIS)

BOYOLALI, BIDIKNASIONAL.com – Pemerintah Kabupaten Boyolali menyerahkan bantuan benih, bibit, dan alat pertanian kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kecamatan Karanggede. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Boyolali, Agus Irawan, di Aula Pertemuan Kecamatan Karanggede, Senin (14/9).

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah untuk mendongkrak produktivitas panen dan mewujudkan swasembada pangan daerah.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali Suyanta, Camat Karanggede Ruswanto, unsur Forkopimcam, jajaran Kepala Desa, serta ketua perwakilan Gapoktan se-Kecamatan Karanggede.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi benih jagung hibrida, benih padi unggul, bibit kelapa unggul, serta berbagai peralatan mekanisasi pertanian.

Camat Karanggede, Ruswanto, menyampaikan apresiasi atas kepedulian bupati terhadap nasib para petani lokal. “Mudah-mudahan dengan adanya program ini bisa meningkatkan produksi hasil panen yang maksimal, sehingga petani dan keluarganya sejahtera,” ujarnya.

Senada dengan hal itu, Kepala Dispertan Boyolali, Suyanta, menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan dan pendampingan di lapangan. Tujuannya agar para petani lokal dapat bertransformasi menjadi petani yang pintar dan berdaya ekonomi tinggi.

Sementara itu, Bupati Agus Irawan dalam arahannya menekankan tiga poin penting. Pertama, komitmen bupati dan wakil bupati untuk turun langsung menemui warga. Kedua, memastikan seluruh bantuan disalurkan melalui kelompok tani (Gapoktan) secara transparan agar manfaatnya merata dan tidak dimonopoli perorangan. Ketiga, memastikan bantuan tepat sasaran, dirawat dengan baik, hingga menghasilkan panen yang optimal.

Bupati juga mengimbau para petani untuk tidak segan melaporkan setiap kendala pertanian kepada Kepala Desa atau Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) agar dapat segera direspons oleh Dispertan.

“Pemerintah Kabupaten Boyolali mengupayakan panen bisa tiga kali setahun, yang selama ini baru dua kali. Dengan mengupayakan sumur bor, benih, bibit, peralatan, dan pendampingan, petani harus bisa berdaya,” tegas Agus.

Ia menambahkan, sektor pertanian merupakan sektor unggulan yang harus dikeroyok bersama melalui kontribusi aktif semua pihak demi menjaga swasembada pangan. (Ahmad Mukhlis)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button